Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI CHINA diprediksi segera keluar dari perlambatan

BEIJING:  Perekonomian China diprediksi keluar dari tren perlambatan yang telah berlangsung dalam 7 kuartal menyusul upaya pemerintah yang mempercepat proyek-proyek infrastruktur.Tingkat inflasi yang rendah juga telah memungkinkan pemerintah untuk
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Januari 2013  |  22:02 WIB

BEIJING:  Perekonomian China diprediksi keluar dari tren perlambatan yang telah berlangsung dalam 7 kuartal menyusul upaya pemerintah yang mempercepat proyek-proyek infrastruktur.

Tingkat inflasi yang rendah juga telah memungkinkan pemerintah untuk menunda pengetatan kebijakan moneter. Biro Nasional Statistik China akan melaporkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) untuk kuartal IV/2012 pada Jumat (18/1) di Beijing.

Berdasarkan estimasi nilai tengah 53 ekonom yang disurvei Bloomberg, perekonomian terbesar kedua di dunia itu tumbuh 7,8% pada periode Oktober-Desember 2012 dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Jika estimasi itu benar, maka pertumbuhan ekonomi China telah berbalik menguat (rebound) setelah melambat hingga 7,4% pada kuartal III/2012, terendah dalam 3 tahun. Namun, rebound yang terjadi diperkirakan tidak akan drastis.

Para ekonom memperkirakan tren penguatan pertumbuhan akan berhenti pada paruh kedua tahun ini karena surutnya topangan dari proyek pembangunan jalan dan rel kereta, melonjaknya inflasi, dan peningkatan shadow banking.

Meskipun perekonomian China ini diperkirakan rebound, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tidak akan kembali mencapai 10% dalam waktu dekat, seperti yang telah dibukukan negara ini dalam 2 dekade terakhir.

Upah buruh yang lebih tinggi menekan pertumbuhan penanaman modal asing (PMA) dan permintaan global yang berkurang menekan kinerja ekspor, sehingga rebound China akan tertahan.

"Pemulihan terakhir sebagian besar dipicu oleh pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal. Sekali momentum kebijakan pelonggaran ini mereda, pertumbuhan mungkin akan kembali ke tren penurunan," kata Zhang Zhiwei, kepala ekonom Nomura Holdings Inc.  (Bloomberg/ara/ra)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top