Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SENJATA API: New York Larang Penggunaan Oleh Sipil

News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Januari 2013  |  09:21 WIB

NEW YORK—Pemerintah Kota  New York membuat langkah besar dengan menjadi negara bagian Amerika Serikat pertama yang memberlakukan peraturan tegas pelarangan penggunaan senjata api di tengah terjadinya kasus pembantaian siswa sekolah di Connecticut beberapa bulan lalu.


Berdasar voting legislator Senat New York, 43 orang setuju pelarangan sedangkan 13 senator menolak usulan undang-undang itu, Senin waktu setempat.

Situs jejaring sosial Twitter milik badan tertinggi negara bagian tersebut menjelaskan bahwa hasil tersebut merupakan keputusan terberat di AS.

Majelis Negara yang berada dibawah senat negara bagian diharapkan melakukan Voting pada Selasa.

Gubernur New York dari kalangan Demokrat Andrew Cuomo mengapresiasi langkah senat yang baik untuk mencegah penyalahgunaan senjata api.

"Masyarakat di negara bagian ini sedang menangis meminta bantuan penyelesaian masalah senjata dan regulasi baru tersebut menjadi solusi," kata dia.

Voting tersebut dilakukan satu jam setelah Presiden Barack Obama berbicara mengenai pelarangan senjata api dan penggunaan magasin kapasitas tinggi.

Gerakan Penegakkan Amunisi dan Senjata Api Aman New York (NY SAFE) menutup celah aturan pelarangan senjata oleh negara-negara bagian.

Kebijakan itu mengurangi penggunaan magasin dari 10 menjadi tujuh dan menambah persyaratan kepemilikan senjata dengan pengecekan latar belakang penjual termasuk kesepakatan pribadi.

Aspek baru peraturan itu adalah pertimbangan mental dari calon pemakai senjata api. (Antara/Reuters/if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top