Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Penanggulangan hingga 2017 butuh Rp19 triliun

JAKARTA:  Kementerian Pekerjaan Umum memperhitungkan untuk mengatasi banjir DKI Jakarta hingga 2017 sedikitnya membutuhkan anggaran Rp19 triliun.Jumlah itu di luar rencana pembangunan deep tunel yang baru digagas pemda DKI Jakarta.Dirjen Sumber
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Januari 2013  |  22:02 WIB

JAKARTA:  Kementerian Pekerjaan Umum memperhitungkan untuk mengatasi banjir DKI Jakarta hingga 2017 sedikitnya membutuhkan anggaran Rp19 triliun.

Jumlah itu di luar rencana pembangunan deep tunel yang baru digagas pemda DKI Jakarta.

Dirjen Sumber Daya Air Mohammad Hasan mengatakan jika dihitung secara angka itu termasuk Banjir Kanal Timur (BKT) dan Banjir Kanal Barat (BKB), normalisasi sungai Krukut dan Ciliwung dan sungai Angke, Sunter dan Pesanggrahan.

"Untuk konstruksi pembangunan diperkirakan mencapai Rp10,6 triliun. Sementara sisanya Rp 8 triliun lebih itu untuk pembebasan lahan," ujarnya di Jakarta, Rabu (16/1/2013).

Sementara untuk penanganan banjir DKI tahun 2013 dialokasikan sebesar Rp1,08 triliun.

Jumlah itu menjadi yang terbesar jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Dana itu digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana pengendalian banjir serta dana cadangan bencana banjir.

Untuk penanganan banjir secara keseluruhan, Direktorat Sumber Daya Air mengalokasikan anggaran kegiatan pembangunan dan rehabilitasi sarana/prasarana pengendalian banjir dan tanggap darurat banjir mencapai Rp3,8 triliun.
 
Mohammad Hasan menjelaskan anggaran pengendalian banjir itu berasal dari alokasi yang digunakan untuk kegiatan pengendalian banjir, lahar gunung berapi, dan pengamanan pantai di tahun ini.

Alokasi anggaran kegiatan pengendalian banjir, lahar gunung berapi, dan pengamanan pantai dialokasikan mencapai Rp 6,13 triliun.

"Dari total anggaran itu sudah termasuk untuk pengendalian banjir sebesar Rp3,8 triliun," paparnya.  (ra)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Thomas Mola

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top