Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDONESIA & ARGENTINA seimbangkan neraca perdagangan

JAKARTA -- Pemerintah Indonesia akan menyeimbangkan neraca perdagangan dengan Argentina melalui ekspor produk otomotif dan furniture ke pasar terbesar kedua di Amerika Latin itu. 
- Bisnis.com 16 Januari 2013  |  18:18 WIB

JAKARTA -- Pemerintah Indonesia akan menyeimbangkan neraca perdagangan dengan Argentina melalui ekspor produk otomotif dan furniture ke pasar terbesar kedua di Amerika Latin itu. 

 
Hal itu dikemukakan Menteri Luar Negeri RI Marty M. Natalegawa usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Republik Argentina Hector Timerman di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Rabu (16/1).
 
Marty menuturkan Argentina merupakan salah satu pasar terbesar Indonesia di kawasan Amerika Latin. Argentina, ujarnya, merupakan pasar kedua terbesar setelah Brazil dengan total nilai perdagangan sebesar US$1,94 miliar pada 2011. Jumlah tersebut kemungkinan meningkat pada 2012.
 
Hanya saja, lanjutnya, salah satu problematika hubungan perdagangan antara Indonesia dan Argentina yaitu neraca perdagangan yang tidak seimbang.
 
Indonesia, ujarnya, lebih banyak mengimpor produk dari Argentina dibandingkan dengan mengeskpor produk ke negara tersebut.
 
"Masalahnya, tatangannya selama ini [dalam hubungan dagang dengan Argentina], kita [Indonesia] alami defisit. Impor Indonesia dari Argentina lebih besar dari ekspornya. Tadi kita [Menlu RI dan Menlu Argentina] berbicara bagaimana membuat pola perdagangan ini lebih seimbang," ujarnya.
 
Dia menyebutkan salah satu komoditas utama impor Indonesia dari Argentina adalah kacang kedelai dan ekstrak kacang kedelai yang merupakan bahan baku utama produk tahu dan tempe. Selain itu, Indonesiaa juga mengimpor biji jagung, tabung dan pipa, minyak oli atau mineral bitumen, dan jeruk segar/kering.
 
Adapun ekspor utama Indonesia ke Argentina antara lain karet alam, sepatu, benang filament sintetik, mesin piston, nanas kaleng, pupuk urea, mesin printer, dan kertas/karton.
 
"Kacang kedelai produk yang kita butuhkan. Tapi kita bisa meningkatkan kerjasama di bidang lain. Produk-produk yang dapat mendorong ekspor kita ke Argentina, seperti otomotif dan furnituren" ujarnya.
 
Siang ini, Marty dan Hector bertemu untuk membahas hubungan bilateral antar kedua negara.
 
"Inti yang dibahas, yaitu pertama, menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan bilateral antara dua negara. Di sini, yang paling esensi yaitu tentunya masalah perdagangan, masalah investasi, dan peningkatan kerjasama di bidang perhubungan," ujarnya.
 
Hector adalah bagian dari delegasi yang menyertai kunjungan kenegaraan Presiden Argentina Cristina Elisabet Fernandez De Kirchner ke Indonesia.
 
Adapun Presiden Argentina dijadwalkan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan pada besok, Kamis (17/1).
 
"Tadi pagi kami telah menyambut kedatangan Presiden Argentina ke Jakarta.
Besok beliau akan melakukan kunjungan kenegaraan dengan presiden."
 
Esok, ujarnya, kedua presiden akan menandatangani tiga dokumen kerjasama atau nota kesepahaman (memoar of undertanding/MoU). Dokumen yang akan ditandatangani masing-masing tentang kerjasama di bidang promosi investasi, kerjasama di bidang pertanian, dan kerjasama di bidang perhubungan.
 
"Tentang perhubungan, intinya untuk meningkatkan kerjasama di bidang jalur penerbangan antara Argentina dan Indonesia," katanya.
 
(faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top