Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMILU 2014: Presiden Minta KPU Batasi Kampanye Besar-Besaran

JAKARTA—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Komisi Pemilihan Umum membatasi kampanye besar-besaran menjelang Pemilihan Umum 2014. Kampanye dalam format ratusan ribu peserta di ajang besar dinilai tidak efisien dan tidak efektif untuk
- Bisnis.com 15 Januari 2013  |  14:37 WIB

JAKARTA—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Komisi Pemilihan Umum membatasi kampanye besar-besaran menjelang Pemilihan Umum 2014.
 
Kampanye dalam format ratusan ribu peserta di ajang besar dinilai tidak efisien dan tidak efektif untuk menyampaikan pesan calon presiden maupun partai politik.
 
Acara kampanye besar-besaran, lanjutnya, adalah salah satu faktor pendongkrak biaya pemilu yang bisa mendorong penggalangan dana pemilu secara menyimpang.
 
“Kalau pemilu mahal dimana cari uangnya. Saya takut salah mencari uangnya,” kata SBY dalam ceramah presidensial dalam Democracy Outlook 2013, Selasa (15/1).
 
Presiden menyarankan peserta pemilu tahun depan mengedepankan kampanye dalam venue kecil dan memanfaatkan media massa untuk menyampaikan program dan ide mereka ke masyarakat luas.
 
“Kampanye terbuka dengan rakyat ratusan ribu sebaiknya dipikirkan kembali, diganti dengan yang ribuan di tempat yang kecil. Daripada ratusan ribu malah tidak mendengar, tapi minta air. Lebih baik dibatasi,” katanya.
 
SBY menyambut baik antusiasme sekitar 36 politisi yang telah mengumumkan maupun terindikasi akan mencalonkan diri sebagai presiden tahun depan.
 
“[Pilpres 2014] tidak ada calon incumbent. Medan politik akan luas sekali nanti. Medan politik lebar dibandingkan yang lalu,” tuturnya. (if)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top