Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS SURIAH: Rusia yakin masih ada solusi politik

MOSKOW: Russia pada Sabtu (29/12) mengatakan bahwa masih ada harapan untuk mencapai solusi politik atas konflik Suriah, meskipun Presiden Bashar al-Assad tidak bisa dibujuk untuk mundur dari jabatannya.Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dan utusan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Desember 2012  |  00:01 WIB

MOSKOW: Russia pada Sabtu (29/12) mengatakan bahwa masih ada harapan untuk mencapai solusi politik atas konflik Suriah, meskipun Presiden Bashar al-Assad tidak bisa dibujuk untuk mundur dari jabatannya.Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dan utusan damai Liga Arab-PBB, Lahkdar Brahimi, bertemu di Moskow guna membahas langkah percepatan upaya damai di Suriah.Brahimi dengan tegas mengatakan Suriah kini berhadapan dengan pilihan proses politik atau "neraka". Dia juga mengatakan dunia internasional telah bekerja tanpa lelah guna mencari solusi diplomatik atas konflik yang telah berlangsung selama 21 bulan itu.Lavrov mengatakan dirinya dan Brahimi sepakat bahwa masih ada peluang bagi solusi politik untuk mengakhiri konflik yang berdasarkan perhitungan kelompok HAM telah menelan korban 45.000 jiwa itu."Konfrontasi meningkat, tetapi kami sepakat bahwa masih ada peluang bagi solusi politik," kata Lavrov yang didampingi Brahimi.Sejumlah pengamat menilai ada pergeseran sikap Rusia terkait konflik Suriah dalam beberapa pekan terakhir dan Moskow tampaknya terlihat mulai mengakui bahwa kesempatan Assad untuk bertahan semakin berkurang.Tetapi Lavrov mengatakan bahwa Assad masih bersikeras bahwa dirinya akan tetap berkuasa di negara Timur Tengah itu."Soal Bashar al-Assad, beliau telah berulang kali mengatakan baik kepada publik maupun secara pribadi.. bahwa dirinya tidak berencana untuk mundur," kata Lavrov. "Tidak ada kemungkinan untuk mengubah posisi itu," katanya.Sedangkan Brahimi memberikan peringatan tentang potensi meluasnya krisis di Suriah, termasuk tentang memburuknya situasi jika pertempuran sampai ke ibu kota Damaskus yang dapat menyebabkan krisis pengungsian."Jika pilihannya adalah 'neraka' atau proses politik, maka kami harus berupaya semaksimal mungkin untuk mendorong proses politik. Besarnya masalah yang terjadi sekarang dan potensi masalah yang akan datang tidak dapat kita abaikan," katanya.Kunjungan Brahimi ke Moskow bertepatan di tengah padatnya aktifitas diplomatik di Moskow terkait konflik Suriah, karena pada pekan ini Wakil Menteri Luar Negeri Suriah dan diplomat terkemuka Mesir juga melawat ke ibu kota Rusia itu.Kontras dengan kecurigaan Rusia terkait pemberontak yang melawan rezim Assad, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, pada Kamis mengatakan Rusia telah menawarkan dialog terhadap pihak oposisi Koalisi Nasional Suriah. (Antara/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top