KINERJA GUBERNUR SUMUT: Realisasi janji kampanye Belum Sesuai Harapan

MEDAN : Kinerja Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut) sepanjang 2012 dinilai belum memenuhi harapan masyarakat Sumatra Utara sesuai dengan janji visi misi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Desember 2012  |  23:40 WIB

MEDAN : Kinerja Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut) sepanjang 2012 dinilai belum memenuhi harapan masyarakat Sumatra Utara sesuai dengan janji visi misi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho (SYAMPURNO) yakni rakyat tidak lapar, rakyat tidak sakit, rakyat tidak bodoh dan rakyat punya masa depan.Budiman Nadapdap, Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Sumatra Utara mengatakan, terkait visi misi rakyat tidak bodoh, Fraksi PDI-Perjuangan melihat bahwa kualitas pendidikan di Sumatra Utara mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya.“Anggaran pendidikan tidak berbasis pada program pendidikan, tapi dinilai berbasis pada proyek. Anggaran itu sifatnya berbentuk fisik, bukan untuk mendongkrak kualitas pendidikan,” kata Budiman Nadapdap saat menyampaikan Refleksi Akhir 2012, Sabtu (29/12).Dari evaluasi yang dilakukan Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Sumut selama 2012 ini, anggaran pendidikan dikerjakan untuk proyek-proyek yang tidak menyentuh kepentingan rakyat. “Harusnya anggaran itu menggratiskan pendidikan bagi murid yang tidak mampu, meningkatkan proses belajar mengajar dan peningkatan kualias guru,” ujarnya.Demikian juga dengan visi misi mereka tentang rakyat tidak lapar, sebut Budiman, dari Refleksi Akhir 2012 Fraksi PDI-Perjuangan melihat tidak adanya kegagahan dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatra Utara.“Badan Ketahanan Pangan belum mampu mensinergikan tugas-tugas pokoknya. Harusnya Badan Ketahanan Pangan menjelaskan cadangan pangan dan talangannya yang dibutuhkan Sumatra Utara, sehingga APBD bisa mengalokasikan anggaran untuk seluruh kebutuhan itu,” kata Budiman.Menurut Budiman, pasangan SYAMPURNO diakhir periodenya agar melakukan evaluasi terhadap jargon politiknya. Sebab dipundak pasangan tersebut visi misi itu harus dipertanggungjawabkan. (K14/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Heru Rahmad Kurnia

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top