Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NATAL 2012: Ini dia kata SBY di peringatan Natal

JAKARTA—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  mengajak para pemuka agama untuk mempererat  silaturahmi dan meningkatkan dialog antarumat beragama, serta saling menghormati.Kepala  Negara mengatakan  bahwa setiap agama senantiasa
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 27 Desember 2012  |  20:38 WIB

JAKARTA—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  mengajak para pemuka agama untuk mempererat  silaturahmi dan meningkatkan dialog antarumat beragama, serta saling menghormati.Kepala  Negara mengatakan  bahwa setiap agama senantiasa mendorong umatnya untuk saling mengasihi, berbudi luhur, berakhlak mulia, saling mencintai, dan penuh toleransi.“Para pemuka agama di seluruh Tanah Air, saya mengajak untuk terus mempererat tali silaturahim. Tingkatkan dialog antarumat beragama, yang dilandasi semangat saling menghormati,”  kata Presiden Yudhoyono saat  memberikan sambutan dalam perayaan Natal Nasional 2012 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Kamis (27/12).Yudhoyono mengatakan  saling menghormati  merupakan hal yang  fundamental dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Presiden mengatakan  setiap agama mencintai kedamaian, ketentraman, dan hidup berdampingan secara harmonis, serta senantiasa mengajarkan persaudaraan di antara umat manusia, serta kehidupan yang jauh dari sifat buruk.“Setiap agama senantiasa mendorong umatnya untuk saling mengasihi, berbudi luhur, berakhlak mulia, saling mencintai, dan penuh toleransi,” kata SBY.Pemerintah, ujarnya, memberikan perhatian besar pada peningkatan kualitas kehidupan beragama.Di tengah hadirnya tantangan untuk mewujudkan kehidupan antarumat beragama yang rukun dan damai, tambahnya, perlu terus meneguhkan semangat untuk mengelola perbedaan berdasarkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.“Kita tidak boleh tercabik-cabik oleh perbedaan, apalagi oleh kebencian dan kekerasan. Justru sebaliknya, kita akan terus kuat karena kita mengelola perbedaan dengan rasa hormat dan cinta di dalamnya,” kata SBY.Agama , ujarnya, juga tidak boleh menjadi tameng untuk memperjuangkan kepentingan sempit golongan.Di tengah kecenderungan sosial yang makin materialistik dan individualis,  katanya, tidak ada cara yang lebih baik selain mengekspresikan ajaran universal agama, sekaligus menunjukkan nilai kesalehan sosial dengan cara berbagi dan memberi.“Agama melarang kita untuk berbagi keburukan dan kebencian,” kata SBY.Presiden Yudhoyono juga berharap  pemimpin politik, agama, dan tokoh masyarakat dapat berpartisipasi dalam upaya mendewasakan kehidupan politik.Menurutnya, etika politik dan ajaran tentang kebaikan dan moral, akan membantu  semua pihak  untuk menemukan jalan  atas setiap masalah dan tantangan yang di hadapi.“Saya berharap, tahun depan ketika kita mulai memasuki tahun politik, semua pemimpin politik, agama, dan tokoh masyarakat dapat bersama berpartisipasi, dalam upaya mendewasakan kehidupan politik kita,” kata SBY. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top