PROYEK INFRASTRUKTUR: Korsel Mulai Kaji Jembatan Babin Awal Tahun Depan

BATAM--Pemerintah Korea Selatan berkomitmen untuk memulai studi kelayakan proyek Jembatan Batam-Bintan pada awal tahun depan, sebelum tahap pemberian dana pinjaman dibahas.
News Editor | 27 Desember 2012 15:35 WIB

BATAM--Pemerintah Korea Selatan berkomitmen untuk memulai studi kelayakan proyek Jembatan Batam-Bintan pada awal tahun depan, sebelum tahap pemberian dana pinjaman dibahas.

Dubes Korsel untuk Indonesia Kim Young-Sun mengatakan salah satu badan kerjasama internasional Korea Selatan, Korea International Cooperation Agency (Koica) siap membantu Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) untuk merealisasikan proyek tersebut.

"Kami akan mulai dari Feasibility Study dulu, terus secara bertahap akan membahas untuk membangun Jembatan tersebut.

Berapa dananya belum bisa dipastikan, kami harus teliti dalam tahapan ini dan juga harus membahas secara bersama-sama," paparnya usai kunjungan ke BP Batam, Kamis (27/12).

Koica, lanjut Kim, nantinya siap menurunkan tim pra-study ke Batam untuk mengkaji proyek Jembatan Babin yang memiliki tiga tahap pembangunan Tanjung Sauh, Batam-Pulau Buau-Bintan sepanjang 6,7 kilometer.

Menurutnya, pihak Korea Selatan optimistis proyek ini perlu didorong agar direalisasikan mengingat Korea Selatan-BP Batam memiliki hubungan kerja sama termasuk Jembatan Babin.

Kim juga menegaskan Pemerintah Korsel tetap menaruh perhatian besar terhadap proyek Jembatan Babin.

"Makanya akan tetap perlu didorong agar direalisasikan. Hari ini pak Mustofa Widjaja sudah mengadakan rapat yang sangat berharga," paparnya.

Kepala BP Batam Mustofa Widjaja mengatakan Korea Selatan hanya salah satu pihak yang telah menyatakan berminat membantu merealisasikan proyek Jembatan Babin.

"Korea Selatan hanya salah satu, kami selalu membuka peluang bagi siapapun yang menguntungkan bangsa ini," katanya.

Mustofa juga menambahkan, selain proyek Jembatan Babin, Korsel-BP Batam juga menjalin kerjasama untuk mendorong pembangunan Waste Water Treatment Plant (WWTP) dan pengembangan e-Government dalam infrastuktur IT Center BP Batam.

Proyek Jembatan Batam-Bintan adalah proyek BP Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk menghubungkan dua pulau FTZ yakni Batam dan Bintan dengan nilai biaya pembangunan mencapai Rp3,3 triliun.

Namun, menurut Ilham Eka Hartawan, Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, nilai pembiayaan proyek tersebut akan berubah naik seiring perubahan hasil kajian nantinya.

"Biaya pembiayaan terakhir Rp3,3 triliun, tapi sekarang pasti berubah lagi," tuturnya.(k17/k59)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Chandra Gunawan

Editor : Wahyu Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup