Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HATI-HATI!!! 7 Merek Kosmetik Ilegal Beredar di Kendari

KENDARI--Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kendari, Sulawesi Tenggara, menemukan tujuh merek kosmetik ilegal baik produk dalam negeri maupun luar negeri.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Desember 2012  |  21:51 WIB

KENDARI--Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kendari, Sulawesi Tenggara, menemukan tujuh merek kosmetik ilegal baik produk dalam negeri maupun luar negeri.

Kepala Balai POM Kendari Ahmad Yani mengatakan tujuh merek kosmetik ilegal tersebut tidak terdaftar di Badan POM.

“Kami belum mengetahui tingkat berbahayanya seperti apa. Apakah mengandung mercuri atau bahan berbahaya lainnya. Yang jelas, kosmetik tersebut ilegal,” kata Ahmad, Minggu (23/12/2012).

Menurutnya, saat ini semua merek kosmetik berbahaya itu sudah dilaporkan ke pusat untuk ditindak lanjuti. Beberapa di antaranya juga akan dimusnahkan. 

Dia menyebutkan tujuh kosmetik berbahaya itu a.l, Qley palsu, Ponds palsu, serta sejumlah produk kosmetik dari China yang rerata adalah krim pemutih wajah.  

Selain kosmetik, juga terdapat jamu dan makanan seperti jamu kemasan Buah Merah, ada juga pengembang makanan berbahaya. "Jamu tradisional itu mengandung bahan kimia berbahaya bila dikonsumsi," ujarnya.

Dia menjelaskan tahun ini pihaknya telah menemukan 21 jenis produk berbahaya terdiri dari kosmetik dan makanan. Di antaranya adalah Ponds, Maxi Peel, QLAY, SJ Cream, Diamond Cream, Dokter Super Whitening, Jamu Asam Urat Buah Merah, dan pengembang makanan Cap Jago. 

Dari 21 kasus tersebut sembilan di antaranya akan diperkarakan, yang beberapa di antaranya sudah masuk di pengadilan. 

"Dari seluruh kasus yang ada, bukan hanya beredar di pasaran Kendari tapi juga di beberapa kabupaten lain di Sultra seperti Baubau. Petugas kami telah menemukannya," ungkapnya.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan tindakan preventif,  yakni penyadaran kepada konsumen melalui penyuluhan yang dilakukan. Selain itu juga melakukan razia sebagai salah satu upaya pemberantasan.

“Termasuk temuan bakso daging babi, kami telah melakukan penelusuran dan hasilnya nihil untuk di Kendari. Artinya, bakso di Kendari tidak ada yang dicampur dengan daging babi,” tegasnya. (K46) (Foto: aktual.co)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Wiwiek Dwi Endah

Editor : Yanita Petriella

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top