Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARI IBU: Perempuan Terlahir Sebagai Panutan, Bukan Untuk Dilecehkan

JAKARTA-Peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember pada  hakekatnya untuk mengenang perjalanan panjang tanpa melelahkan yang dilakoni kaum perempuan bersama kaum lelaki dari sejak zaman dahulu.
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 22 Desember 2012  |  10:40 WIB

JAKARTA-Peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember pada  hakekatnya untuk mengenang perjalanan panjang tanpa melelahkan yang dilakoni kaum perempuan bersama kaum lelaki dari sejak zaman dahulu.

Namun sekarang, kata Listyani Wijayanti, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB), kaum perempuan harus selalu 'bersama-sama' membangun bangsa melalui alokasi peran yang dimilikinya.

Peran-peran tersebut, bisa di dunia pendidikan (guru, pendidik), ilmu pengetahuan (ilmuwan), teknologi (perekayasa, teknokrat), seni budaya (seniman, budayawan) dan politik (politikus).

“Juga di bidang lain yang semestinya diperankan kaum perempuan karena kapabilitas yang dimilikinya, bukan karena dia seorang perempuan,” ujarnya mengomentari peringatan Hari Ibu.

Untuk memperingati Hari Ibu, Listyani yang hobi membuat puisi dan melukis ini menulis sebuah puisi yang intinya berisi bahwa  kaum perempuan patut bersyukur, karena telah terpilih menjadi mahluk istimewa. Dipercaya sebagai pemilik gua garba, tempat dimulainya kehidupan.

Perempuan, katanya,  diturunkan dari kata ‘empu’. Artinya yang diempukan, dihormati, dihargai, ditinggikan, pemilik kekuatan, dan penyandang kelebihan.

“Sejatinya perempuan terlahir sebagai belahan jiwa, sebagai pendamping dan bukan kanca wingking. Perempuan tercipta sebagai panutan, bukan untuk dilecehkan. Perempuan berkiprah sebagai mitra sejajar lelaki, bukan untuk dipecundangi,” ungkap ibu satu orang anak ini.

Dia menuturkan perempuanlah yang melahirkan putra-putri setelah melewati perjuangan panjang penuh risiko. “Mengandung selama sembilan bulan sepuluh hari, merawat dan membesarkan anaknya, mendidiknya, dan menghantarkan mereka menjadi insan-insan berguna,” ujar Listyani yang merupakan satu-satunya perempuan yang menjadi Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). (yus)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top