NATAL & TAHUN BARU - Pembangunan Jembatan Layang Jombor Dihentikan Sementara

YOGYAKARTA – Selama libur Natal dan Tahun Baru 2013 Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta menghentikan sementara pembangunan jembatan layang Jombor.
News Editor | 21 Desember 2012 15:00 WIB

YOGYAKARTA – Selama libur Natal dan Tahun Baru 2013 Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta menghentikan sementara pembangunan jembatan layang Jombor.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika nna Rina Herbranti mengatakan penghentian pembangunan jembatan layang itu dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga keamanan lalu lintas di area perempatan Jombor.

“Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika(Dishubkominfo) dengan Dinas Pekerjaan Umum DIY telah berkoordinasi untuk menghentikan sementara proyek jembatan layang Jombor selama libur Natal dan Tahun Baru,” katanya di Yogyakarta, Jumat (21/12/2012).

Anna mengatakan rencana penghentian proyek yang akan dilakukan mulai 22 Desember 2012 hingga 2 Januari 2013 tersebut juga akan disertai dengan menyingkirkan alat-alat berat dari badan jalan di perempatan Jombor.

“Alat-alat berat proyek yang dimungkinkan ada di dekat badan jalan juga akan disingkirkan untuk sementara,” katanya.

Namun demikian, kata dia, masyarakat yang melintas di bawah jembatan layang tersebut juga diimbau untuk berhati-hati karena tiang penyangga proyek jembatan layang masih belum dilepas sehingga masih terjadi penyempitan jalan.

“Masyarakat perlu berhati-hati dan tertib karena tiang penyangga proyek memang belum bisa dilepas sehingga jalan menjadi sempit,” katanya.

Dishubkominfo DIY juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian lalu lintas DIY untuk mengatur dan menertibkan laju kendaraan di area tersebut yang dimungkinkan terjadi kepadatan.

Pihaknya memperkirakan jumlah kendaraan pribadi yang masuk Yogyakarta selama libur Natal dan Tahun Baru akan mengalami kenaikan dibandingkan dengan 2011, yaitu akan naik 48 persen, dari 930.000 menjadi 1.800.000 kendaraan.

Arus pengendara sepeda motor juga akan naik 49,5 persen dari 960.000 menjadi 1.900.000 kendaraan.

Jumlah penumpang baik bus maupun kereta api akan melonjak 2,4 persen, dari 860.000 penumpang pada 2011 menjadi sekitar 885.000 penumpang. (Antara/dot)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Reporter 1

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup