Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AXA MANDIRI: Genjot penjualan, Perkuat Telemarketing

JAKARTA--PT AXA Mandiri Financial Services memperkuat jalur distribusi telemarketing dengan menambah 200 tenaga telemarketer baru pada pertengahan Desember 2012.Presiden Direktur AXA Mandiri John Sandham mengatakan jalur distribusi telemarketing terbukti
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 Desember 2012  |  00:31 WIB

JAKARTA--PT AXA Mandiri Financial Services memperkuat jalur distribusi telemarketing dengan menambah 200 tenaga telemarketer baru pada pertengahan Desember 2012.Presiden Direktur AXA Mandiri John Sandham mengatakan jalur distribusi telemarketing terbukti efektif dengan memberikan kontribusi perolehan premi bisnis baru hingga 16,5% hingga kuartal III/2012."Kinerja telemarketing hingga Kuartal III/2012 tumbuh 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujarnya, Selasa (18/12).John optimistis jalur distribusi telemarketing akan terus berkembang karena didukung database captive market nasabah Bank Mandiri yang mencapai sekitar 15 juta orang. Hingga saat ini, lanjutnya, nasabah Bank Mandiri yang sudah digarap oleh perseroan baru mencapai sekitar 800.000 orang.Menurut data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), kata John, AXA Mandiri masih menguasai 45,3% pangsa pasar jalur distribusi melalui telemarketing."Untuk memperkuat posisi, kami menambah tenaga telemarketer hingga mencapai total 510 orang hingga akhir tahun ini," ujarnya.Rudy Munardi, Direktur AXA Mandiri, menambahkan, target telemarketing terutama akan menyasar nasabah kartu kredit Bank Mandiri disamping nasabah tabungan.Adapun produk yang ditawarkan lewat telemarketing, lanjutnya, adalah produk-produk asuransi jiwa term life dan asuransi kesehatan."Produk yang sederhana karena penawaran lewat telepon. Kalau produk unit linked masih mengandalkan tenaga pemasaran financial advisor lewat bancassurance," terangnya.Hingga 2011, AXA Mandiri mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 72% menjadi Rp4,85 triliun. Adapun total aset perusahaan mencapai Rp11,59 triliun pada 2011. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Farodlilah Muqoddam

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top