DAGING SAPI: Penjual di Cimahi Pilih Tutup Kios

CIMAHI-Puluhan penjual daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Cimahi lebih memilih menutup kiosnya karena tak kuasa menanggung tingginya kerugian akibat harga sapi yang melambung dan tidak diimbangi dengan keuntungan.
News Editor | 18 Desember 2012 21:22 WIB

CIMAHI-Puluhan penjual daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Cimahi lebih memilih menutup kiosnya karena tak kuasa menanggung tingginya kerugian akibat harga sapi yang melambung dan tidak diimbangi dengan keuntungan.

Pedagang daging sapi di Pasar Antri Yadi Hermawan menuturkan dari 30 penjual daging sapi, 10 diantaranya memilih menutup kios.

“Kios tutupnya tidak secara total. Hanya mereka tidak memotong sapi, melainkan mengambil daging dari pedagang yang lain. Karena omzet terus menurun, jadinya kios ditutup saja,” katanya, Selasa (18/12).

Menurutnya, biasanya setiap hari dirinya bisa memotong lima sampai enam ekor sapi, kini dirinya hanya memotong tiga ekor sapi. Bahkan untuk hari ini dirinya hanya memotong satu ekor.

Harga jual di pasaran mencapai Rp80.000/kg, untuk daging bertulang dibanderol Rp65.000/kg.

“Sebenarnya harga daging di Cimahi tidak melambung sampai Rp90.000-Rp100.000. Tapi tetap saja, rasanya kemahalan buat masyarakat sehingga omzet terus turun,” ucapnya.

Dirinya menuturkan daging sapi tersebut diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH) yang ada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat dan Pasar Induk Caringin. Asal daging turut menentukan harga. Daging sapi asal Jawa harganya lebih tinggi Rp2.000 dibanding daerah lainnya.

Hal yang sama pun diakui oleh Mamat Rohimat yang mengaku terus merugi akibat daging yang dijualnya tidak diminat masyarakat. Oleh karenanya, untuk meminimalisir kerugian, pedagang terpaksa mengambil dari pedagang yang memotong.

“Saya enggak tahu kenapa bisa menurun pasokannya, mungkin memang tidak ada barangnya. Itu bikin harga mahal dan masyarakat enggan beli,” ujarnya.(k6/yri) (Foto: JIBIPhoto)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hedi Ardia

Editor : Arys Aditya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup