Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RUU PENYIARAN lemahkan Peran Pemerintah

News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Desember 2012  |  04:30 WIB
JAKARTA: Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto menilai RUU Penyiaran yang tengah digodok DPR akan melemahkan peran pemerintah khususnya Kemenkominfo.
 
Menurutnya ada sembilan isu penting yang bisa melemahkan peran pemerintah yakni kewenangan penyusunan regulasi, perihal perizinan penyelenggara penyiaran.
 
Selanjutnya spektrum frekuensi radio untuk penyiaran, aspek Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
 
Kemudian penyelenggaraan penyiaran digital, kelembagaan penyiaran publik, penyelenggaraan penyiaran, dan sanksi administratif.
 
"Saya anggap melemahkan negara karen izin yang dikeluarkan dalam RUU Penyiaran tersebut, bukan lagi dari pemerintah. Justru dari komisioner KPI. Jadi pemerintah tentu berbeda pandangan," kata Henry, Jumat (14/12/2012).
 
Menurutnya terkait kewenangan penyusunan regulasi, dalam RUU Penyiaran usulan DPR pasal 12, disebutkan, KPI Pusat berwenang membentuk peraturan penyelenggaraan penyiaran dan KPID berwenang membentuk peraturan penyelenggaraan penyiaran di daerah.
 
Padahal, masalah tersebut bertentangan dengan pasal 5 ayat 2 UUD 1945 yang menyebutkan presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan UU seperti yang tercantum dalam pasal 12 UU No.12/2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan.
 
Selain itu, hal tersebut juga bertentangan dengan pasal 8 ayat 2 UU No.39/2008 yang mengatur kementerian mempunyai fungsi melakukan perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidangnya.   (ra)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Febriany D.A. Putri

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top