Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERUSAHAAN PENJAMINAN: Bentuk Asippindo Untuk Kembangkan Usaha

JAKARTA--Sebanyak sembilan perusahaan penjaminan melakukan deklarasi pendirian Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia dengan tujuan mendorong perkembangan industri tersebut.Diding S. Anwar, Ketua Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo),
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Desember 2012  |  18:24 WIB

JAKARTA--Sebanyak sembilan perusahaan penjaminan melakukan deklarasi pendirian Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia dengan tujuan mendorong perkembangan industri tersebut.Diding S. Anwar, Ketua Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo), mengatakan asosiasi ini sengaja dibentuk dengan tujuan dapat berperan aktif sebagai fasilitator dalam memperjuangkan kepentingan anggota.Selain itu, Asippindo juga didirikan untuk mengembangkan tenaga profesional yang sangat dibutuhkan oleh industri penjaminan.

"Asippindo akan mendorong perusahaan penjaminan terus maju dan eksis di industri keuangan secara luas baik secara nasional dan internasional," ujarnya  yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Perum Jamkrindo dalam kata sambutan deklarasi pendirian Asippindo, Kamis (13/12).Asippindo diinisiasi oleh empat perusahaan penjaminan, yaitu Perum Jamkrindo, PT Penjaminan Kredit Pengusaha Indonesia, PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jawa Timur, dan PT Jamkrida Bali Mandara.

Empat inisiator tersebut ditambah dengan PT Jamkrida Nusa Tenggara Barat merupakan anggota awal. Sementara itu, ada empat Jamkrida yang masih menunggu perizinan usaha di Bapepam-LK hingga belum berstatus anggota resmi.

Empat Jamkrida tersebut adalah PT Jamkrida, Sumatera Selatan, PT Jamkrida Jawa Barat, PT Jamkrida Kalimantan Selatan dan PT Jamkrida Riau. 

Mulabasa Hutabarat, Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK, mengatakan Asippindo merupakan asosiasi yang unik karena dimandatkan oleh Peraturan Menteri Keuangan. Hal ini berbeda dengan sejumlah asosiasi lembaga keuangan lainnya yang bukan merupakan perintah aturan.Aturan yang dimaksud oleh Mulabasa adalah PMK 99/pmk.010/2011 tentang perusahaan penjamin kredit dan perusahaan penjamin ulang kredit.Menurut pasal 3A ayat 3, perusahaan penjamin wajib menggunakan jasa agen penjamin yang tercatat sebagai anggota asosiasi penjamin."Nah, kalau asosiasinya tidak ada, bagaimana bisa perusahaan penjamin menggunakan agen," ujar Mulabasa dalam kesempatan yang sama.Mulabasa menjelaskan, peran agen sangat penting dalam industri penjaminan.Pasalnya, agen merupakan salah satu jalur distribusi paling efektif untuk memasarkan produk surety bond yang kini mulai dirambah oleh perusahaan penjaminan. (if) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Farodlilah Muqoddam & Donald Banjarnahor

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top