BAKRIELAND: Butuh Rp3 Triliun Untuk Kembangkan Proyek Hunian

JAKARTA --Pengembang PT Bakrieland Development Tbk pada 2013 membutuhkan investasi Rp3 triliun untuk mengembangkan beberapa proyek hunian vertikal dan landed house (rumah tapak).
Deriz Syarief
Deriz Syarief - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  15:50 WIB

JAKARTA --Pengembang PT Bakrieland Development Tbk pada 2013 membutuhkan investasi Rp3 triliun untuk mengembangkan beberapa proyek hunian vertikal dan landed house (rumah tapak).

Presiden Direktur Bakrieland Development Ambono Janurianto menuturkan 70% kebutuhan dana tersebut diperoleh dari kas internal dan pra-penjualan (marketing sales), sisanya diperoleh dari dana eksternal.

"Tahun depan adalah tahun konsolidasi bagi Bakrieland, kami akan fokus mengembangkan bisnis properti di 5 lokasi yakni Sentul City, superblok Sentra Timur, resort dan hotel, hunian di Bogor, dan superblok Rasuna Epicentrum,"  ujarnya saat year end gathering Bakrieland Development, Rabu (12/12).

Dia menjelaskan ke depan Bakrieland akan fokus pada pengembangan proyek kawasan hunian karena terbukti memiliki pasar dan margin yang signifikan.

Hal itu, lanjutnya, ditopang oleh kondisi makro ekonomi nasional yang positif dan menjadi momentum yang tepat bagi perseroan untuk memperkuat pengembangan usahanya. 

Amboni menuturkan sektor city properti menyumbang 50% dari pendapatan Bakrieland Development, sisanya dari sektor landed house, resort dan hotel.

Pada Juni lalu, unit usaha City Property meluncurkan proyek baru di kawasan superblok Rasuna Epicentrum yakni OCEA Condotel bintang 4 yang terdiri dari 32 lantai dengan 324 unit di atas lahan seluas 12.592 m2. Proyek tersebut diperkirakan selesai pada kuartal I/2014.

Unit usaha landed residential melalui Bogor Nirwana Residence, Bakarieland  meluncurkan grand klaster The Fusion terdiri dari 6 klaster seluas 30 hektare. Pembangunan kawasan Sentul Nirwana tahap I seluas 600 hektare, sudah dimulai dengan memasarkan 3 klaster perumahan dan tahap I area komersial. (if) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top