Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANTISIPASI BANJIR: DPRD Makassar Minta Pemkot Pacu Pengerukan Sedimentasi Drainase

MAKASSAR--DPRD Makassar meminta pemerintah kota memacu pengerukan sedimentasi drainase pada sejumlah titik rawan banjir guna mengantisipasi ancaman banjir menyusul intensitas hujan yang mulai meningkat di kota ini.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  17:43 WIB

MAKASSAR--DPRD Makassar meminta pemerintah kota memacu pengerukan sedimentasi drainase pada sejumlah titik rawan banjir guna mengantisipasi ancaman banjir menyusul intensitas hujan yang mulai meningkat di kota ini.

Anggota Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Makassar Mudzakir Ali Djamil mengatakan sebagai langkah antisipasi pemkot mesti bertindak cepat mendeteksi wilayah atau zona yang berpotensi besar terkena banjir akibat sistem drainase yang mengalami pendangkalan.

"Idealnya pemkot melakukan pengerukan drainase sebelum musim penghujan, tapi pengerukan tetap mesti dilakukan agar ancaman banjir pada sejumlah titik bisa diminimalisir apalagi intensitas hujan belum terlalu tinggi meski terjadi peningkatan," ujar Mudzakir, Selasa (11/12/2012).

Menurutnya, pendangkalan got ataupun drainase menjadi salah satu penyebab banjir di Makassar, dimana luapan air dari drainase tersebut mengakibatkan genangan air di jalan yang kemudian menjadi ancaman banjr.

Adapun wilayah di Makassar berpotensi besar mengalami banjir a.l, Tamalanrea, Tallo, Tamalate, Biringkanaya, Panakkukang dan sejumlah wilayah lainnya.

Pada APBD Pokok 2012 Pemkot Makassar mengalokasikan anggara sebesar Rp4,2 miliar untuk rehabilitasi drainase rusak di 33 titik yang tersebar pada sejumlah wilayah di kota ini.

Anggaran tersebut untuk perbaikan drainase sekunder yang menampung air dari drainase tersier. Sementara pada APBD Perubahan 2012 terdapat penambahan anggaran untuk rehabilitasi drainase yang telah disetujui DPRD Makassar sebesar Rp 2 miliar. 

Kepala Dinas PU Makassar AM Anshar mengatakan progres rehabilitasi maupun perbaikan sistem drainase terus dilakukan pihaknya untuk menekan potensi banjir yang diperkirakan mengancam beberapa minggu kedepan.

"Saat ini saja, kami akui meski baru memasuki musim penghujan tapi genangan air yang diakibatkan pendangkalan drainase sudah terjadi di sejumlah wilayah, dan proses pengerukan tetap kami lakukan sebagai langkah antisipasi," ujarnya.

Kendati demikian, Anshar mengatakan anggaran Rp4,2 miliar itu lebih kecil dibandingkan dengan anggaran tahun lalu sebesar Rp5,4 miliar.

Menurutnya, anggaran Rp4 miliar di APBD Pokok dan tambahan Rp2 miliar di APBD Perubahan bukan hanya penganggaran perbaikan, tetapi juga inklud dengan pemeliharaan fisik serta biaya operasional untuk pengerukan sedimen di drainase. (K46)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Amri Nur Rahmat

Editor : Yanita Petriella

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top