PENDERITA KATARAK DI INDONESIA TERTINGGI DI ASIA TENGGARA

Indonesia menjadi negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara. Menurut data, angka penderita katarak di Indonesia sebesar 1,5 persen. Data dari Eye Disease Prevalence Research Group (2004), diperkirakan pada tahun 2020, jumlah penderita
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  10:38 WIB

Indonesia menjadi negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara. Menurut data, angka penderita katarak di Indonesia sebesar 1,5 persen. Data dari Eye Disease Prevalence Research Group (2004), diperkirakan pada tahun 2020, jumlah penderita penyakit mata dan kebutaan di dunia akan mencapai 55 juta jiwa. Sedangkan saat ini, terdapat 45 juta penderita kebutaan di dunia, 60 persen diantaranya berada di negara miskin atau berkembang.Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 1996, angka kebutaan di Indonesia mencapai 1,5% atau lebih dari dua juta tunanetra di Indonesia. Angka ini cukup tinggi di Asia. Sebagai perbandingan di Bangladesh angka kebutaan 1%, di India 0,7%, dan Thailand 0,3%.Dari survei ini yang dilakukan kementerian Kesehatan Republik Indonesia , penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah penyakit katarak (0,78%), disusul penyakit glaukoma (0,12%), kelainan refraksi (0,14%), dan penyakit lain terkait usia lanjut (0,38%).Besarnya jumlah penderita katarak di Indonesia berbanding lurus dengan jumlah penduduk usia lanjut pada tahun 2000 yang diperkirakan sebesar 15,3 juta (7,4% dari total penduduk).Di Indonesia sendiri penderita  memiliki kecenderungan katarak 15 tahun lebih cepat dibandingkan penderita di daerah tropis. Sekitar 16 persen sampai 22% penderita katarak yang dioperasi berusia di bawah 56 tahun. Ada pula yang menyebutkan, 20%-24% buta katarak diderita kelompok usia produktif.Dari data yang diberikan oleh PERDAMI Kabupaten Bogor tersebut, PT Sentul City Tbk menyelenggarakan  kegiatan sosial berupa Operasi Katarak Massal Gratis bagi penderita penyakit tersebut yang berada di sekitar kawasan Sentul city  khususnya dan Kabupaten Bogor pada umumnya.Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara PT Sentul City Tbk, PERDAMI, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Pada kegiatan ini terdaftar sebanyak 150 penderita katarak yang melakukan screening pada Senin 10 Desember 2012 bertempat di Taman Budaya, Sentul City. Masih tingginya biaya operasi penyakit katarak juga menjadi alasan PT Sentul City Tbk menyelenggarakan event ini . Berbagi dengan masyarakat sekitar kawasan Sentul City, karena bagaimanapun, keberhasilan perusahaan saat ini juga tidak terlepas atas dukungan dan kerjasama dengan masyarakat sekitar.Joe Amantoy, Wakil President Direktur PT Sentul City Tbk yang hadir menyaksikan para penderita Katarak tersebut, melakukan screening mata di ruang yang telah disediakan di taman Budaya, Sentul City.Semoga program ini betul betul bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung program pemerintah "Indonesia Bebas Katarak "Selain program PAUD yang hingga saat ini masih terus berjalan , ke depannya akan terus berupaya dilakukan kegiatan kegiatan sosial lainnya yang dilakukan sebagai upaya  PT Sentul City Tbk menjalin kerjasama yang baik , saling menguntungkan dan tentunya bermanfaat bagi  masyarakat sekitar.NIDIA ICHSANCorporate CommunicationsPT Sentul City TbkSentul City BuildingJln. MH Thamrin Kav. 8, Sentul CityBogor 16810 INDONESIA  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top