KAPAL TERNAK: Kementan usul perlu ada kapal khusus ternak

SEMARANG – Kementerian Pertanian mengusulkan perlunya dibuat kapal pengangkut khusus ternak guna memaksimalkan proses distribusi ternak antar daerah di Indonesia, terutama antar pulau.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2012  |  10:32 WIB

SEMARANG – Kementerian Pertanian mengusulkan perlunya dibuat kapal pengangkut khusus ternak guna memaksimalkan proses distribusi ternak antar daerah di Indonesia, terutama antar pulau.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri (Wamen) Pertanian Rusman Heriawan seusai acara pertemuan dan pembinaan teknis kewirausahaan Sarjana Membangun Desa (SMD) wilayah Jateng dan DIY, di Semarang, Sabtu (08/12/2012).

Wamen Pertanian Rusman mengatakan untuk efisiensi biaya operasional terkait pengangkutan ternak antar daerah, dan antar pulau maka diperlukan kapal khusus pengangkut ternak.

“Di Indonesia ini kan belum ada kapal khusus pengangkut ternak, padahal itu sangat diperlukan, untuk efisiensi dalam proses distribusi,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) terkait rencana perlunya kapal khusus ternak tersebut.

“Kami sudah minta kerjasama dengan PELNI utuk membangun kapal khusus ternak ini. Saat ini sudah mulai di desian kapal itu,” tuturnya.

Dia mengharapkan dengan adanya kapal khusus ternak tersebut dapat mengurai problem konektifitas distribusi ternak antar daerah menjadi lebih lancar.

Sementara, dalam acara Sarjana Membangun Desa (SMD) itu, Wamen mengharapkan keberadaan SMD, yang notabene para Sarjana Lulusan Perternakan tersebut mampu menajdi pilar baru dalam proses melahirkan lompatan besar meningkatkan produksi daging sapi Indonesia, sehingga target swasembada daging sapi 2014 dapat terealisasi dengan baik.

Kementan masih optimistis swasembada daging sapi 2014 tetap tercapai, karena telah menyiapakn sejumlah langkah-langkah untuk mewujudkannya, seperti menggalakkkan inseminasi buatan, revitalisasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH), serta mengurangi kuota impor yang dilakukan dari tahun ke tahun hingga mencapai 10%-14% pada 2014.

Dia mengharapkan dengan adanya kapal khusus ternak tersebut dapat mengurai problem konektifitas distribusi ternak antar daerah menjadi lebih lancar.

Sementara, dalam acara Sarjana Membangun Desa (SMD) itu, Wamen mengharapkan keberadaan SMD, yang notabene para Sarjana Lulusan Perternakan tersebut mampu menajdi pilar baru dalam proses melahirkan lompatan besar meningkatkan produksi daging sapi Indonesia, sehingga target swasembada daging sapi 2014 dapat terealisasi dengan baik.

Kementan masih optimistis swasembada daging sapi 2014 tetap tercapai, karena telah menyiapakn sejumlah langkah-langkah untuk mewujudkannya, seperti menggalakkkan inseminasi buatan, revitalisasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH), serta mengurangi kuota impor yang dilakukan dari tahun ke tahun hingga mencapai 10%-14% pada 2014. (k39/dot)/(Foto: Antara)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Puput Ady Sukarno

Editor : Reporter 1

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top