MUSIM KEMARAU: Sedikitnya 190 gajah taman nasional Zimbabwe mati

HARARE: Kekeringan benar-benar menyengsarakan tidak hanya warga Zimbabwe, tetapi juga hewan-hewan yang hidup belantara hutan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 Desember 2012  |  09:01 WIB

HARARE: Kekeringan benar-benar menyengsarakan tidak hanya warga Zimbabwe, tetapi juga hewan-hewan yang hidup belantara hutan.

 
Dinas Managemen Margasatwa Taman Nasional Hwange melaporkan sedikitnya 190 gajah mati lantaran kekurangan air di taman nasional Hwange terbesar di negeri itu.
 
Tahun lalu, taman nasional itu kehilangan 80 gajah dan 25 banteng selama masa yang sama akibat temperatur tinggi dan kekurangan air.
 
Manager Regional Dinas Managemen Margasatwa dan Taman yang bertugas atas Wilayah Barat Felix Chimeramombe mengatakan jumlah tersebut mencerminkan peningkatan dibandingkan dengan masa yang sama tahun sebelumnya.
 
Pengelola taman tersebut sudah berusha membantu dengan memulai penggalian untuk memperoleh air dalam upaya untuk mengurangi masalah serta meningkatkan kemampuan daya serap pada masa depan.
 
"Namun Hwange adalah daerah yang luas dan sulit untuk mencakup seluruh daerah dalam hal penghitungan angka kematian yang telah kami hadapi tahun ini," kata Chimeramombe sebagaimana dilaporkan Xinhua, Rabu (5/12/2012).
 
Ia menyatakan sebanyak 25 banteng dan lima zebra juga terjebak di lumpur dan mati di Kamp Matetsi, ketika hewan tersebut berusaha memperoleh air.
 
Satu gajah dapat minum sampai 100 liter air dalam satu kali dan dapa menghabiskan 250 liter air per hari selama musim kering.
 
Taman Nasional Hwange pada masa lalu juga pernah menghadapi arus kedatangan gajah dari Botswana, perkembangan yang juga telah menambah tekanan atas sumber daya yang terbatas dan harus memberi makan sebanyak 50.000 gajah serta spesies margasatwa lain. (Antara/ra)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top