Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KURBAN: Panitia Tekor, Pemberi Kambing Cari Untung

Kurban hakikatnya adalah menyerahkan hewan untuk disembelih kepada Allah SWT dan harus dilakukan secara ikhlas. Hewan itu selanjutnya diserahkan kepada panitia kurban atau amil yang akan membagikan kepada pihak yang membutuhkan.Namun saya terpaksa harus
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Oktober 2012  |  06:04 WIB

Kurban hakikatnya adalah menyerahkan hewan untuk disembelih kepada Allah SWT dan harus dilakukan secara ikhlas. Hewan itu selanjutnya diserahkan kepada panitia kurban atau amil yang akan membagikan kepada pihak yang membutuhkan.Namun saya terpaksa harus curhat di sini karena sebagai panitia kemarin (Sabtu, 27/10/2012) ada seorang ibu yang datang jauh-jauh dari Depok untuk melihat kambingnya yang sudah diserahkan. Eh, dia datang tentu saja dengan mengendarai mobil yang cukup mewah dan membawa rombongan dan meminta jatah yang cukup banyak atau bahkan banyak sekali.Bayangkan, harga kambing yang dibelinya seharga Rp1,5 juta, panitia sudah memberikan paha belakang kambing yang merupakan bagiannya (menurut ustadz pemberi kurban boleh mengambilnya satu paha belakang). Waduh, dia masih minta 10 bungkus lagi (mungkin buat dibagi-bagi tetangganya).Saya langsung berpikir, memberikan kurban kok minta banyak sekali. Ini sih bukan kurban tapi cari untung. Coba deh hitung,kalau dia minta 10 kantong seharga Rp150.000 per kantong sudah mencapai Rp1,5 juta. Belum lagi ditambah satu paha bagian belakanga, misalnya seharga Rp300.000.Artinya dia sudah meminta jatah seharga Rp1,8 juta. Memang panitia meminta biaya potong Rp30.000 per ekor. Jadi selain sudah pamer ke orang-orang yang dibagikan kurbannya dia masih 'untung' Rp270.000.Saya tidak habis pikir, kok ada orang seperti itu ya. Awalnya saya berpikir dia cuma numpang memotong hewan kurbannya saja, eh setelah saya hitung-hitung justru dapat 'untung.'Kurban itu hakikatnya harus ikhlas dan tanpa menghitung-hitung. Namun demikian ini menjadi pengalaman saya sebagai panitia. Kok ada ya orang yang seperti itu.RAHMATJalan Lenteng Agung TimurJakarta Selatan 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top