Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waduh, 120 siswi di Afghanistan diracun kelompok radikal

TALIQAN, Afghanisan: Lebih dari 120 siswi dan tiga guru diracun dalam serangan kedua selama beberapa bulan ini. Pelakunya dituduhkan kepada kelompok radikal di Afghanistan utara, kata polisi dan pejabat pendidikan, Rabu.Serangan itu terjadi di Provinsi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Mei 2012  |  12:38 WIB

TALIQAN, Afghanisan: Lebih dari 120 siswi dan tiga guru diracun dalam serangan kedua selama beberapa bulan ini. Pelakunya dituduhkan kepada kelompok radikal di Afghanistan utara, kata polisi dan pejabat pendidikan, Rabu.Serangan itu terjadi di Provinsi Takhar, Afghanistan. Kelompok radikal setempat menentang pendidikan bagi perempuan dan menggunakan bubuk beracun tak dikenal untuk mencemari udara di ruangan-ruangan kelas. Puluhan pelajar tidak sadarkan diri.Badan intelijen Afghanistan, Direktorat Keamanan Nasional (NDS), mengatakan, Taliban tampaknya berniat menutup sekolah-sekolah semacam itu menjelang penarikan pasukan tempur asing pada 2014."Bagian dari operasi ofensif musim semi Al Farooq mereka... adalah menutup sekolah. Dengan meracuni anak-anak perempuan, mereka ingin menciptakan ketakutan. Mereka berusaha membuat keluarga tidak menyekolahkan anak-anak mereka," kata juru bicara NDS Lutfullah Mashal.Kementerian Pendidikan Afghanistan mengatakan pekan lalu, 150 sekolah di 11 provinsi dimana Taliban memiliki dukungan kuat telah ditutup oleh gerilyawan.Bulan lalu, 150 siswi keracunan di provinsi Takhar setelah mereka meminum air yang dicemari.

Setelah Taliban digulingkan dari kekuasaan oleh pasukan Afghanistan dukunganAS pada 2011, perempuan bisa bersekolah kembali, khususnya di ibu kota negara itu, Kabul. Sebelumnya, mereka dilarang bekerja dan bersekolah oleh pemerintah Taliban.Namun, serangan-serangan sporadis masih terus terjadi terhadap pelajar, guru dan bangunan sekolah. Serangan itu terjadi di daerah-daerah timur dan selatan yang lebih konservatif yang menjadi basis Taliban. (Antara/ea)

 

 

BACA JUGA:

 > KURS VALAS: Ada Spekulasi Rencana Baru, Euro Terbenam Ke Level Terendah 22 Bulan

 >  WALL STREET: Ada Optimisme Baru, S&P 500 +0,2%, Tapi Dow Jones Masih -0,1%

 > HARGA MINYAK: Stok AS Tertinggi Dalam 22 Tahun, Minyak Longsor Ke Bawah US$90!

 

READ ALSO:

 > MARKET MOVING: Toll Road Operators’ Profits Up 21%

 > BANK MANDIRI Keeps Indonesia's Growth Economic Projections

 > Dirgantara Indonesia To Produce Aircraft Tail For Sukhoi

Berita Paling Banyak Diakses Pembaca

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top