Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMBELIAN SAHAM: Pemprov ingin kuasai 51% Bank Sulselbar

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Mei 2012  |  18:55 WIB

 

 

MAKASSAR: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berencana menyetor modal sebesar Rp80 miliar tahun ini untuk mengejar porsi kepemilikan saham di bank daerah tersebut menjadi 51%. 

Komisaris Utama Bank Sulselbar Andi Muallim mengatakan, saat ini komposisi saham Pemprov Sulsel 48%, atau turun dibandingkan dengan sebelumnya 51% menyusul penambahan porsi saham pemkab/pemkot di bank tersebut. 

 

”Makanya kami mau kejar tahun ini, dengan menyetor modal Rp80 miliar agar saham kami kembali ke porsi 51%,” ujarnya di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulselbar, Selasa, 22 Mei. 

Menurutnya, pihaknya akan berusaha mencari sumber dana, agar Rp80 miliar modal tersebut bisa disetor tahun ini. Namun, penambahan modal itu diperkirakan tidak akan dibahas dalam RUPS melainkan akan dibahas dengan pihak DPRD Sulsel. Pembahasan ini juga menentukan dari pos mana dana yang akan digunakan untuk menambah porsi modal tersebut. 

Adapun RUPS hari ini merupakan RUPS tahunan yang membahas soal kinerja keuangan Bank Sulselbar selama setahun. Acara ini juga merupakan RUPS Luar Biasa untuk menentukan komisaris independen seiring dengan masuknya saham Pemprov Sulawesi Barat sebesar Rp2 miliar yang juga menjadi pertanda bahwa provinsi itu resmi menjadi salah satu pemegang saham di bank milik pemerintah daerah tersebut. 

“Sudah ada satu nama calon yang diajukan untuk menjadi komisaris independen, seiring dengan masuknya Pemprov Sulbar sebagai salah satu pemegang saham, yaitu Prof Amri, dosen di Universitas Hasanuddin, Makassar,” ungkapnya. 

Dia menambahkan, masuknya saham Pemprov Sulbar ke Bank Sulselbar harus disambut positif, meski nilainya baru 8% dari target penyertaan modal awal yang mencapai Rp25 miliar tahun ini. Adapun nilai tersebut adalah nilai yang disetujui pihak DPRD Sulbar, yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah itu. 

Dirinya berharap, hingga akhir 2012 Pemprov Sulbar bisa menyetor seluruh saham yang ditargetkan Rp25 miliar dalam tahun ini. 

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan penyertaan modal Pemprov Sulbar di Bank Sulselbar adalah suatu langkah positif. “Jika nilai modal yang disertakan belum sesuai dengan yang ditargetkan, ya harus dimaklumi juga. Itu berarti kemampuan keuangan daerah itu memang hanya sebesar itu. Mungkin nantinya akan disetorkan secara bertahap, hingga mencapai nilai yang ditargetkan,” paparnya. 

 

Wakil Gubernur Provinsi Sulbar Aladin S. Mengga mengungkapkan, penyertaan modal Rp2 miliar adalah penyertaan modal tahap awal seiring perubahan nama Bank Sulsel menjadi Bank Sulselbar. “Nilai ini sesuai kemampuan daerah yang ada saat ini, dan baru penyertaan modal tahap awal,” tuturnya. 

Dia berharap hingga akhir tahun ini bisa menyetor modal sesuai yang ditargetkan, yaitu mencapai Rp25 miliar, yang juga akan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerahnya.Resmi lepas 20% saham 

Muallim mengatakan, RUPS hari ini juga mengesahkan pelepasan 20% saham Bank Sulselbar ke pihak internal yaitu karyawan bank tersebut, melalui koperasi yang ditunjuk. ”Soal pelepasan saham sebenarnya sudah disetujui sejak RUPS tahun lalu, cuma selama ini masih dikaji terus. Dan RUPS tahun ini, sekaligus pengesahan pelepasan 20% saham itu untuk internal Bank Sulselbar,” jelasnya. 

Sementara ini, manajemen Bank Sulselbar hanya akan melepas 20% sahamnya kepada pihak internal, dan belum tertarik untuk melepas saham ke pihak eksternal, meskipun banyak pihak eksternal berminat memiliki saham Bank Sulselbar. ”Harus diakui, banyak pihak yang berminat atas saham bank ini, bahkan beberapa sudah melakukan pertemuan dengan pak Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, tetapi kami belum tertarik,” ungkap Muallim. 

Saat disinggung Bisnis terkait dua nama investor yang berminat yaitu CT Corpora dan Jamsostek, Muallim mengatakan penjualan saham ke pihak luar harus dipertimbangkan dengan matang, agar tidak melanggar visi yang diemban bank tersebut sebagai bank milik pemerintah daerah.(msb)

 

BERITA FINANSIAL PILIHAN REDAKSI:

METRODATA ELECTRONICS Siapkan Right Issue

PASAR SURAT UTANG: Investor Cenderung Wait & See

Danareksa Investment Rilis RDPT Infrastruktur

AKSI ALIBABA: Berniat Beli Sahamnya Dari Yahoo! Senilai US$7 Miliar

HARGA EMAS: Pasar Keuangan Tertekan, Logam Mulia Melonjak

TRANSAKSI AFILIASI: Adi Karya Pinjamkan APR Rp57,1 Miliar

TOPIK AKTUAL PILIHAN REDAKSI:

KASUS NARKOBA: Sabu-Sabu Di Sumut Banyak Berasal Dari Malaysia

TRAGEDI SUKHOI: Wah.. Ada Dugaan Penipuan Jamsostek!

JUSUF KALLA: Memimpin Bisnis Beda Dengan Pemerintahan

DAUD YORDAN Naik Ring Lagi Juli

 

ENGLISH NEWS:

PALM OIL Climbs As Biggest Weekly Drop In 5 Months Lures Buyers

PLN To Spend IDR2.54 Trillion For VILLAGE ELECTRICITY Program

ARC Broadens Relationship With ANGLO AMERICAN In Indonesia

MARKET OPENING: Index Fall 46.79 Point

MARKET MOVING: BCA Eyes IDR4 Trillion Infrastructure Loans

RUPIAH Advances Most In Two Weeks On CHINA Pledge

JANGAN LEWATKAN5 Kanal TERPOPULER Bisnis.Com

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Wiwiek Dwi Endah

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top