Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERGURU NTINGGI: Dosen terancam nganggur

 
Reporter 1
Reporter 1 - Bisnis.com 17 Mei 2012  |  15:50 WIB

 

 

SEMARANG: Setidaknya 30% dosen universitas swasta di Jateng pada 2014 terancam tidak bisa mengajar lagi menyusul ketentuan pemerintah yang mewajibkan staf pegajar perguruan tinggi minimal harus bergelar magister atau S2.

 

Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng Mustafid mengatakan saat ini jumlah dosen berijazah sarjana strata satu (S1) yang mengajar di berbagai perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 3.000 orang.

 

“Jumlah tersebut sama dengan 30% dari total dosen 10.000 orang yang ada di provinsi ini," katanya usai acara penyerahan bantuan gedung perkuliahan Universitas Muria Kudus, dari Djarum Foundation senilai Rp4,3 miliar, 16 Mei 2012.

 

Dia menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan ulang dengan seksama untuk mengetahui jumlah dosen yang masih bergelar S1. Dengan adanya pendataan ulang itu diharapkan diketahui jumlah riil dosen yang berijazah S2 maupun yang masih S1.

 

“Meskipun jumlah dosen berijazah S1 masih mencapai ribuan orang, tapi dosen yang sudah berijazah S2 semakin bertambah jumlahnya,” kata Mustafid.

 

Kopertis selalu mendorong para dosen untuk menempuh jejang pendidikan yang lebih tinggi melalui berbagai bea siswa yang ada.  Stimulan ini untuk merangsang para dosen, khususnya yang masih muda untuk meningkatkan gelar kesarjaan mereka.

 

Berdasarkan undang-undang Guru dan Dosen  yaitu UU No.14 / 2005, nantinya semua dosen PTS maupun PTN yang memiliki kewenangan mengajar minimal harus berijazah S2.  Dengan demikian, kata dia, pelayanan di Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) VI hanya untuk dosen S2.

 

Sementara Wakil Presiden Direktur Djarum Foundation, Agus S Wibowo mengatakan bantuannya gedung  senilai Rp4,3 miliar itu belum termasuk sarana dan prasarana pelengkap proses belajar mengajar. “Jumlah bantuan tersebut belum termasuk laboratoorium, mebeler, komputer dan  lain-lain yang disumbangkan ke UMK,” katanya.(msb)

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Endot Brilliantono

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top