Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski tipis, PT TASPEN masih untung

JAKARTA: PT Taspen (Persero), BUMN yang bergerak di bidang usaha asuransi dan tabungan pensiun, membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp579,08 miliar sepanjang 2011, tumbuh tipis 0,46% dari Rp576,39 miliar pada 2010.Berdasarkan laporan keuangan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Mei 2012  |  11:30 WIB

JAKARTA: PT Taspen (Persero), BUMN yang bergerak di bidang usaha asuransi dan tabungan pensiun, membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp579,08 miliar sepanjang 2011, tumbuh tipis 0,46% dari Rp576,39 miliar pada 2010.Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada hari ini, jumlah pendapatan perseroan mencapai Rp15,08 triliun, tumbuh 29,88% dari Rp11,61 triliun.Namun begitu, jumlah beban perusahaan tumbuh lebih tinggi yaitu 30,64% dari Rp8,63 triliun menjadi Rp11,28 triliun.Total klaim dan manfaat yang harus dibayarkan mencapai Rp3,88 triliun, tumbuh 12,98% dari Rp3,43 triliun.Di sisi lain, perolehan premi dan iuran perseroan pada tahun lalu mencapai Rp4,58 triliun, tumbuh 14,24% dari Rp4,01 triliun.Sementara itu hasil investasi mencapai Rp6,99 triliun, tumbuh 11,87% dari Rp6,24 triliun. Hal itu terjadi ketika perseroan menaikan total dana investasi sebesar 29,97% dari Rp62,56 triliun menjadi Rp81,31 triliun.Sebagian besar dana investasi Taspen diparkirkan pada instrumen obligasi. Total dana yang diinvestasikan pada instrumen tersebut mencapai Rp57,18 triliun atau 70,32% dari total dana investasi.Komposisi investasi di obligasi tersebut lebih besar dibandingkan pada periode sebelumnya yaitu 62,58% atau Rp39,15 triliun dari total dana investasi.Kenaikan investasi terjadi juga pada portofolio saham dan reksadana dari Rp2,6 triliun menjadi Rp3,65 triliun, serta pada intrumen investasi langsung dari Rp38,46 miliar menjadi Rp53,07 miliar.Sementara itu jumlah dana yang ditanamkan pada instrumen deposito cenderung tidak berubah dari Rp20,53 triliun menjadi Rp20,41 triliun. (arh)

 

 

JANGAN LEWATKAN: 

+ TRAGEDI SUKHOI: Jadi tanda tanya kenapa black box hangus terbakar

+ Antam turunkan harga buybackRp8.500 per gram

+ HARGA KOMODITAS: Indeks naik meski minyak terkoreksi

+ EURO bergerak flat

+ TRAFFIC HARI INI: Kendaraan menumpuk di sejumlah ruas

+ CUACA HARI INI: Hujan ringan hampir merata

+ HEADLINE HARI INI: Regulasi baru tak pro pebisnis

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Anggi Oktarinda

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top