Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRAGEDI SUKHOI: Citra Rusia yang nyaris runtuh

JAKARTA: Kecemasan runtuhnya citra yang baru dibangun atas Sukhoi sebagai produsen pesawat penumpang yang aman kini menggelayuti segenap politisi dan industrialis Rusia.
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 14 Mei 2012  |  08:46 WIB

JAKARTA: Kecemasan runtuhnya citra yang baru dibangun atas Sukhoi sebagai produsen pesawat penumpang yang aman kini menggelayuti segenap politisi dan industrialis Rusia.

 

Seperti dikutip dari The Moscow Times hari ini, peristiwa nyungsepnya Sukhoi Superjet 100 secara misterius di Gunung Salak, Jawa Barat--bertepatan dengan parade militer Hari Kemenangan di Lapangan Merah di Moskow--dalam sebuah terbang promosi yang menewaskan seluruh awak dan penumpang memantik ingatan Rusia akan tragedi Tupolev.

 

Seperti halnya Sukhoi Superjet 100, pada 18 Mei 1935, Maxim Gorky sebuah pesawat bermesin delapan produksi Tupolev ANT-20 yang dibangga-banggakan Uni Soviet nyungsep mengakibatkan  seluruh awak dan penumpang yang berjumlah 45 orang tewas dalam sebuah terbang demonstrasi

 

Dalam kejadian Tupolev, meskipun pilot dituding menjadi biang bencana akibat kejadian tersebut citra keamanan pesawat penumpang buatan Rusia runtuh di bawah bayang-bayang pesawat produksi Barat.

 

Dengan kebanggaan nasional begitu banyak diinvestasikan dalam proyek Sukhoi Superjet 100 yang terhitung baru tersebut kecelakaan itu kemungkinan akan mengguncang keyakinan industri terhadap industri Rusia.

 

Menurut Tom Chruszcz, seorang direktur di lembaga pemeringkat Fitch jika skenario kesalahan pilot yang dilakukan maka itu bukan pukulan besar bagi industri kedirgantaraan Rusia.

 

“Namun, jika itu adalah masalah teknis dengan pesawat, maka benar-benar dapat mempengaruhi persepsi pelanggan atas kemampuan pesawat dan keamanannya,” tegas Chruszcz.

 

Dampak buruk lain akan menyasar proyek pesawat 150-kursi atau MS-21 yang digarap Sukhoi Irkut--United Aviation Corporation yang dibentuk atas perintah Presiden Vladimir Putin--dan pihak China untuk menyangi Airbus dan Boeing.

 

Tak hanya itu saja, jatuhnya Sukhoi Superjet 100 juga membuat citra Boeing dipertanyakan karena terlibat sebagai konsultan dalam proyek ini termasuk untuk penerbangan dan pelatihan pemeliharaan awak. Selain Boeing, perusahaan Prancis dan Italia ikut terlibat. (arh)

 

 

>>> BACA JUGA :

+ Indeks di Asia mengintip zona hijau

+ Bursa berjangka terkoreksi tipis di awal pekan

+ HEADLINE HARI INI: Dari impor ponsel sampai saham tidur

+ Steve Wozniak kepincut saham Facebook

+ City juara Liga Inggris


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top