Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MANUFAKTUR SUMUT catat pertumbuhan produksi 12,54%

 
Andi Suhendri Rambe
Andi Suhendri Rambe - Bisnis.com 14 Mei 2012  |  16:37 WIB

 

 
 
 
MEDAN: Pertumbuhan produksi manufaktur besar dan sedang di  Sumatra Utara triwulan I/2012 naik sebesar 12,54% dibandingkan periode sama tahun lalu.
 
Kepala Seksi Diseminasi dan Layanan Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Pendi Dewanto mengakui kenaikan produksi manufaktur besar dan sedang di Sumut relatif tinggi triwulan I/2012.
 
“Hal ini terjadi karena produksi industri manakan meningkat 21,16%, industri kayu, barang dari kayu, dan ayaman dari bambu naik 12,93%,” ujarnya hari ini Senin 14 Mei 2012.
 
Menurut dia, selain itu, industri kertas dan barang dari kertas juga naik sebesar 6,78%, industri logam dasar naik 6,66%, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia naik 2,83%, disusul industri furnitur 2,78%, serta industri karet dan barang dari karet serta plastik tumbuh sebesar 1,14%.
 
Jika dibandingkan dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang secara nasional (4,88%, tutur Pendi, industri manufaktur besar dan sedang Sumut jauh lebih tinggi (12,54%). “Industri manufaktur besar da sedang di Sumut jauh lebih baik dibandingkan dengan industri manufaktur nasional.” 
 
Akan tetapi,  kalau ditilik dari pertumbuhan manufaktur besar dan sedang triwulan IV/2011 dan triwulan I/2012, pertumbuhan produksi manufaktur besar dan sedang Sumut hanya 3%.
 
Sementara itu, sejumlah pelaku industri di Medan melihat bahwa laju pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang di Sumut bisa ditingkatkan lebih tinggi lagi, asalkan pemerintah mampu memberikan jaminan pasok gas dan memperbaiki infrastuktur pendukung lainnya.
 
“Industri di Sumut memiliki keunggulan dibandingkan dengan industri di Jawa. Di Sumut industri berorientasi ekspor, sedangkan di Pulau Jawa kebanyakan industri subsitusi impor,” ujar Sekretaris Apindo Sumut Laksamana Adyaksa.
 
Dia menilai potensi pengembangkan industri manufaktur di daerah ini sangat potensial terutama yang menggunakan bahan baku minyak kelapa sawit dan karet. (sut)
 
 
 
 

BACA JUGA:

>> Indonesian shares fall 0.47% in midday break session

>> TRAGEDI SUKHOI: Penyebar  Foto Palsu Terancam  Denda Rp12 Miliar!

>> Sinyal negatif di bursa Asia menguat 

>> BBJ Targetkan Kontrak Kakao Tembus 300.000 Ton

>> Sinyal negatif di bursa Asia menguat 

>> 5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top