Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HUBUNGAN DAGANG: China sita buah asal Filipina

MANILA: China telah menyita buah ekspor Filipina yang diduga membawa hama, menekan industri penting negara itu di tengah ketegangan antara kedua negara berkaitan sengketa wilayah, kata seorang pejabat Filipina, Sabtu.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Mei 2012  |  04:09 WIB

MANILA: China telah menyita buah ekspor Filipina yang diduga membawa hama, menekan industri penting negara itu di tengah ketegangan antara kedua negara berkaitan sengketa wilayah, kata seorang pejabat Filipina, Sabtu.

 

Surat kabar-surat kabar Manila melaporkan beberapa ton pisang Filipina membusuk di pelabuhan China, sedangkan Direktur Biro Tanaman Industri Filipina Clarito Barron mengonfirmasi pengiriman buah menghadapi pemeriksaan ketat di sana. 

"Ini berpengaruh besar pada industri," kata Barron, Sabtu 12 Mei 2012 sambil menyebut bahwa China sebagai pasar penting yang telah mengimpor 300.000 ton pisang Filipina senilai US$60 juta tahun lalu. 

Surat kabar harian Inquirer Filipina mengutip Stephen Antig, ketua perhimpunan 18 petani pisang, mengatakan mereka telah menderita kerugian sekitar satu miliar peso (sekitar US$236,000 ) karena pisang membusuk setelah tiga hari. 

Para pejabat karantina China memberitahu Filipina bahwa semua ekspor pisangnya harus menghadapi pemeriksaan sebelum mereka membersihkan pelabuhan China setelah serangga diduga ditemukan di salah satu pengiriman Maret, kata Barron. 

Langkah-langkah karantina ketat kemudian diperluas ke nanas dan pepaya Filipina setelah pihak berwenang China menyatakan mereka juga menemukan hama pada pengiriman 2 Mei, katanya dalam wawancara yang ditayangkan radio DZBB di Manila. 

Barron mengatakan Filipina membantah temuan-temuan China itu, dan menekankan bahwa hama yang diduga ditemukan pada pengiriman Maret menyerang kelapa, bukan pisang. 

Dengan total pengiriman senilai US$470,96 juta tahun lalu, pisang adalah ekspor komoditas pertanian terbesar kedua Filipina setelah kelapa, menurut data pemerintah. 

China adalah pasar terbesar kedua pisang Filipina setelah Jepang.

Isu pisang tersebut muncul sebulan sebelum kapal-kapal pengawas maritim China mencegah angkatan laut Filipina dari upaya mereka menangkap nelayan China di satu beting Laut China Selatan yang disengketakan pada April, yang memicu ketegangan maritim kedua negara.

"Menurut saya ini (karantina pisang) tidak ada hubungannya dengan masalah itu," kata Barron.

Pemerintah Filipina telah mengusulkan langkah-langkah untuk mengatasi kebuntuan perdagangan itu, termasuk mengirimkan para pengawas untuk menemani pengiriman buah, namun China belum menjawab, katanya menambahkan.

Barron dan Antig tidak bisa dihubungi untuk diminta komentarnya pada Sabtu. (Antara/AFP/msb)

 

 

+ JANGAN LEWATKAN:

>10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top