Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AKBAR TANJUNG: Indonesia tak punya visi

JAKARTA: Politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung menilai Indonesia tidak memiliki acuan bagi pembangunan masa depan bangsanya yang lebih visioner, seperti halnya Garis Besar Haluan Negara (GBHN) di masa Orde Baru.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Mei 2012  |  03:49 WIB

JAKARTA: Politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung menilai Indonesia tidak memiliki acuan bagi pembangunan masa depan bangsanya yang lebih visioner, seperti halnya Garis Besar Haluan Negara (GBHN) di masa Orde Baru.

 

Menurut Akbar saat menyampaikan kesimpulan diskusi meja bundar bertema "Menjawab Permasalahan Bangsa: Sumbangsih Pemikiran Alumni HMI" yang diselenggarakan Yayasan Bina Insan Cita, di Jakarta, Sabtu, reformasi telah membawa negeri ini pada perubahan cukup siginifikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

"Tapi, setelah praktik politik kenegaraan selama reformasi sejak 1999, terasa ada kekosongan," ujar Akbar yang juga Ketua Yayasan Bina Insan Cita itu.

 

Karenanya, dia menambahkan, sangat penting untuk menyusun semacam visi bersama yang komprehensif, baik dari visi-misi presiden terpilih maupun gabungan dari visi misi tersebut dengan pemikiran para tokoh bangsa dan parlemen.

 

Visi masa depan bangsa yang terarah, terukur, dan dapat dilaksanakan untuk kemajuan bangsa itu sebaiknya disusun setelah presiden baru terpilih. Sebagai mantan Ketua Partai Golkar dan juga mantan Ketua DPR RI, Akbar menyatakan tidak mungkin Indonesia kembali ke era Orde Baru. Namun Indonesia juga perlu segera merumuskan kepentingan bangsa yang lebih besar dan luas, menyangkut visi masa depan berbangsa dan bernegara.

 

Ditegaskannya bahwa semua negara memiliki visi yang jelas, ke mana arah pembangunan bangsanya. "Menurut saya, presiden terpilih pada Pilpres 2014 mendatang, harus segera mengundang tokoh bangsa dari berbagai elemen yang mempunyai kredibilitas, guna membahas dan menghasilkan visi masa depan yang lebih visioner," ujarnya.

 

Substansinya, ia menambahkan, bisa merupakan gabungan dari visi misi presiden dan juga sumbangan pemikiran para tokoh bangsa tersebut," paparnya. Lebih lanjut dikemukakan, jika visi arah masa depan bangsa itu terbentuk, maka DPR mesti membuat peraturan perundangan yang mendukung visi tersebut. DPR harus serius membuat UU pendukungnya.

 

"Jika visi masa depan bangsa ini terwujud dan bisa dijalankan presiden serta pembantunya, maka kita berharap, Indonesia makin maju," katanya. Tradisi intelektual diskusi meja bundar alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini dihadiri mantan pejabat, mantan pemimpin parpol, mantan dubes, intelektual kampus seperti Yusril Ihza Mahendra, Azyumardi Azra, Taufik Abdullah, Taufik Ismail, Usman Pelly, Bachtiar Effendi, Fachry Ali, Sofyan Effendi, Ibrahim Ambong, Anwar Nasution, dan politisi yang pernah duduk di DPR.

 

Masalah yang dibahas pun menyeluruh dari soal demokrasi, hukum-HAM, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Akbar Tandjung yang pernah memimpin HMI mengusulkan forum seperti ini diadakan setahun sekali guna menyumbangkan pemikiran besar dan solutif dari para alumni HMI untuk kepentingan bangsa.  Menurut Akbar, diskusi meja bundar merupakan tradisi intelektual HMI yang disebutnya "intelectual exercise" dan perlu dilembagakan karena dibandingkan organisasi ekstra mahasiswa lain, HMI telah menghasilkan ribuan intelektual.

 

"Alumni HMI termasuk organisasi yang solid, penuh persaudaraan, dan terus berusaha menyumbangkan pemikirannya untuk negeri ini," katanya.(Antara/msb)

 

 

 

+ BACA JUGA :

>>> Top 5 Editors Choice Bisnis Indonesia

>>> Steve Wozniak Kepincut Saham Facebook

>>> Menhub Minta Asuransi Korban Sukhoi Rp1,25 Miliar per Orang

>>> City juara Liga Inggris

>>> 5 Rubrik TERPOPULER

>>> 10 ARTIKEL Paling Banyak DIBACA

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top