Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

E-KTP: Gamawan Fauzi minta waspadai perekaman data ganda

BANDA ACEH: Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyebutkan terdapat 90.000 dari 72 juta warga yang melakukan perekaman ganda kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di seluruh Indonesia.“Ada 90.000 warga yang mencoba merekam data e-KTP lebih dari
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Mei 2012  |  19:34 WIB

BANDA ACEH: Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyebutkan terdapat 90.000 dari 72 juta warga yang melakukan perekaman ganda kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di seluruh Indonesia.“Ada 90.000 warga yang mencoba merekam data e-KTP lebih dari sekali,” kata Gamawan Fauzi saat menyerahkan penghargaan kepada Pemerintah Aceh yang telah merampungkan perekaman data e-KTP bagi 90% lebih penduduk Aceh yang wajib mengantongi identitas, Jumat (11 Mai 2012), di Banda Aceh.Menurut Gamawan, upaya untuk mengelabui petugas tersebut tidak berhasil. Sebab, sistem yang digunakan untuk perekaman e-KTP tersebut langsung mengirimkan data ke pusat data di Kementerian Dalam Negeri.“Kita pasti tahu. Karena kita menggunakan tiga sistem pengamanan agar tidak ada warga yang memiliki identitas ganda,” ujar Gamawan.Sistem keamanan yang digunakan yaitu foto, sidik jari, dan retina mata. “Karena sidik jari dan retina mata tidak ada yang sama,” sebut bekas gubernur Sumatra Barat itu. “Dari 7 miliar penduduk dunia, tidak ada satu pun chip yang sama diciptakan Allah.”Untuk membuktikan bahwa Kementerian Dalam Negeri berhasil mencegah terjadinya kepemilikan kartu tanda penduduk ganda melalui e-KTP ini, ia memperlihatkan sejumlah warga yang merekam data di dua tempat yang berbeda. Ada seorang warga yang membuat e-KTP di Sukabumi, Jawa Barat, dan di lain waktu membuat e-KTP di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.Menurut Gamawan, kartu identitas ganda ditemukan di lebih tujuh juta penduduk Indonesia. Kepemilikan kartu identitas ganda itu terjadi karena proses pembuatan KTP manual tidak terkoneksi dengan data kependudukan yang ada di Kementerian Dalam Negeri.Namun, ujar bekas bupati Solok, itu dengan e-KTP data penduduk menjadi lebih akurat. “Sebab, hari ini Anda rekam, maka hari ini pula datanya akan online ke Pusat,” lanjut Gamawan.Fauzi memuji Pemerintah Aceh yang dinilai berhasil dalam mencapai target perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Atas capaian ini, dia menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota se-Aceh.Gamawan Fauzi mengaku tidak menyangka Aceh bakal mampu melakukan perekaman data elektronik penduduk dalam waktu singkat. Apalagi Provinsi Aceh saat itu tengah disibukkan dengan perhelatan pemilihan kepala daerah secara serentak di 17 kabupaten/kota.“Dari lima provinsi (yang ditargetkan merampungkan perekaman data 100 persen –red.), dalam hari saya bilang, kalau tidak terealisasi 100 persen itu di Aceh,” kata Gamawan Fauzi.Gamawan mengaku mengikhlaskan jika realisasi capaian perekaman data e-KTP di Aceh tak seperti yang diharapkan. Sebab, di saat Pemerintah Pusat mencanangkan perekaman e-KTP pada Agustus 2011, Aceh tengah disibukkan dengan agenda pemilihan gubernur yang serentak dilakukan dengan pemilihan 17 bupati/walikota.Apalagi, kata Mendagri, pilkada Aceh mengalami empat kali penundaan hingga terselenggara pada 9 April lalu. Karena berbarengan dengan agenda daerah ini, Gamawan mengaku tak berharap banyak Aceh mampu menuntaskan perekaman data seperti diharapkan.“Kalau bisa mencapai 60 persen saja saya sangat ikhlas,” kata Gamawan. “Tapi yang terjadi malah 100 persen. Karena itu, saya datang khusus ke sini untuk menunjukkan apresiasi Pusat.”Sementara itu, Penjabat Gubernur Aceh Tarmizi A. Karim menyebutkan, Aceh telah melakukan perekaman data terhadap 2.613.780 orang atau 90 persen dari jumlah penduduk yang wajib ber-KTP. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Zulkarnaini Muchtar

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top