Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS ANGIEKPK Periksa Ketua Komisi X Mahyuddin

 
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 08 Mei 2012  |  18:32 WIB

 

JAKARTA: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Komisi X DPR Mahyuddin sebagai saksi terkait dugaan suap untuk menggolkan anggaran di dua kementerian yang menyeret keterlibatan Angelina Sondakh sebagai tersangka. 
 
“Mahyuddin diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AS,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha hari ini di kantornya, Kuningan, Jakarta.
 
Seperti diketahui Lembaga anti korupsi tersebut mengakui tengah menyidik dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus suap di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Kedua Kementerian tersebut memang diketahui merupakan mitra kerja Komisi X di DPR.
 
Sementara itu ditemui usai diperiksa selama sekitar lima jam, Mahyuddin mengakui dimintai keterangan oleh penyidik terkait pembahasan anggaran di Kementerian. Khususnya terkait kementerian yang menjadi mitra kerja Komisi X.
 
“Cuma meminta keterangan pembahasan anggaran dengan kementerian saja. Salah satunya kementerian yang menjadi mitra kerja komisi X,” ujarnya kepada media.
 
Namun begitu sebagai Ketua Komisi X, Mahyuddin mengelak pernah meminta fee terkait dengan pembahasan anggaran proyek wisma atlet di Kemenpora dan proyek pengadaan alat laboratorium di Kemendiknas. Dia pun mengaku Angie tak pernah melaporkan padanya terkait penerimaan fee
 
“Tidak ada hanya pembahasan anggaran saja [dengan Angie],” tegasnya. 
 
Sebelumnya Mahyuddin yang sempat menjadi saksi pada persidangan Nazaruddin mengaku pernah melakukan pertemuan dengan di kantor Kemenpora antara Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh, Mahyudin, Nazaruddin, dan Wafid Muharam.
 
Pertemuan  ini diduga merupakan pertemuan yang membahas mengenai pengajuan proyek  wisma atlet ke DPR. Namun begitu Mahyuddin mengaku lupa isi dari pertemuan tersebut. Adapun pertemuan ini diakui oleh Angelina Sondakh hanya sebatas silahturahmi saja.
 
Mahyuddin juga mengaku sama sekali tidak mengetahui ada istilah pelicin dan juga pelumas untuk menggolkan anggaran. Dia juga membantah adanya pihak yang memberikan pelicin untuk menggolkan anggaran wisma atlet di DPR.
 
Sementara itu ketika dikonfirmasi mengenai istilah Ketua yang sering dilontarkan oleh Angelina Sondakh di BBMnya dengan Rosa, Mahyuddin mengaku biasa dipanggil Angelina Sondakh dengan sebutan Pak Ketua. Ia berpendapat Angie memanggilnya Pak Ketua karena dirinya menjabat Ketua Komisi X DPR. 
 
Sebelumnya, istilah "Pak Ketua" ini terungkap dalam percakapan BlackBerry Messenger (BBM) antara Angelina Sondakh dan Mindo Rosalina Manulang. Di situ disebutkan adanya aliran dana ke "Pak Ketua" yang diduga merupakan Ketua Komisi X. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top