Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TOKOH DUNIA: HITLER ternyata punya urusan dengan KOKAIN, LIBIDO, dan KENTUT

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 07 Mei 2012  |  23:30 WIB

 

JAKARTA: Rekam medis Adolf Hitler menunjukkan bahwa diktator Jerman itu punya gangguan kentut, mengonsumsi kokain untuk mengatasi gangguan sinus, menelan 28 obat sekaligus dan mendapat injeksi ekstrak buah pelir banteng untuk meningkatkan libido.

 

Menurut artikel dalam laman LiveScience, fakta-fakta tersebut terungkap dari dokumen catatan medis Hitler yang dilelang di Alexander Historical Auctions of Stamford.

 

Dokumen itu meliputi sepuluh gambar X-ray tengkorak Hitler, beberapa hasil uji electroencephalogram (EEG)--alat untuk mendeteksi abnormalitas terkait aktifitas otak-- dan sketsa bagian dalam hidungnya.

 

Dokumen rahasia itu terdiri atas 47 halaman catatan yang dikompilasi enam dokter Hitler dengan spesialisasi berbeda, dan 178 halaman laporan tertanggal 12 Juni 1945 yang disusun Dr. Erwin Giesing sewaktu dia dimagangkan tentara Amerika Serikat.

 

Meski tak ada dokumen resmi tentang kesukaan Hitler pada kokain namun Giesing menulis bahwa kanselir Jerman itu menghirup bubuk kokain untuk ‘membersihkan sinus’ dan ‘menenangkan’ tenggorokan.

 

Dokumen itu juga menunjukkan bahwa der Führer yang menjadikan Nazi partai tunggal di Jerman itu ‘menderita gangguan perut tak terkendali’ dan mengonsumsi 28 obat sekaligus untuk mengatasinya, termasuk pil ‘antigas’ berbasis strychnine.

 

Salah satu dokternya, Theodore Morrell, juga melaporkan bahwa Hitler menerima injeksi ekstrak testis dan prostat banteng muda. (Antara/ea)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top