BNPB: Hati-hati soal info palsu gempa & tsunami !

JAKARTA: Hati-hati terhadap informasi yang sering terjadi pascabencana alam yang berasal dari pesan singkat atau kabar berantai.Menurut Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, informasi hoax itu
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 29 April 2012  |  07:00 WIB

JAKARTA: Hati-hati terhadap informasi yang sering terjadi pascabencana alam yang berasal dari pesan singkat atau kabar berantai.Menurut Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, informasi hoax itu sering disampaikan oleh orang tidak bertanggungjawab untuk membuat panik warga.Dia mencontohkan pascagempa bumi 8,5 SR di Aceh, masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Kabupaten Aceh Jaya dan dan Aceh Barat, panik."Sebagian masyarakat memilih mengungsi, karena khawatir akan terjadinya gempa berkekuatan 12 SR seperti isi pesan singkat yang beredar di masyarakat Aceh," ujarnya pada Minggu, 29 April 2012.Isi SMS tersebut jelas tidak masuk akal, lanjut Sutopo, karena sampai kini belum ada satu pun ilmuwan dunia yang mampu memprediksi terjadinya gempa secara tepat.Dari isi SMS yang beredar, sesungguhnya salah substansinya, dimana disebutkan gempa 12 SR, padahal, SR (skala richter) tidak dapat digunakan untuk gempa skala besar."Penggunaan skala richter untuk gempa bumi maksimum hanya sampai 10 SR atau lebih tepatnya 10Mw [dalam satuan yang besarnya hampir sama dengan SR]," tuturnya.Sutopo menambahkan dalam sejarah gempa bumi belum pernah terjadi di dunia ini hingga 10 SR.Gempa bumi terbesar yang pernah terjadi di dunia modern adalah gempa 9,5 SR di Chile 22 Mei 1960 yang menyebabkan 1.655 orang meninggal.Menurut ilmuwan gempa dengan skala 10 SR lebih dari 99% diakibatkan oleh benturan meteor sebesar kota.Sutopo menuturkan info yang menyesatkan terkait bencana seringkali muncul, seperti saat tsunami di Mentawai Oktober 2010, Gunung Merapi meletus pada November 2010, gempa bumi dan tsunami di Jakarta pada 2010 dan 2011, serta badai tropis yang akan menghantam Jakarta Februari 2012. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top