DUNIA ANAK: Selektif memilih mainan

Bagi si kecil, mainan bukan sekadar objek untuk bersenang-senang, tetapi mainan juga bisa untuk melatih kecerdasan otaknya. Oleh sebab itu, dalam membelikan mainan si kecil para orang tua harus lebih selektif.Walaupun untuk menyenangkan anak, idealnya
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 April 2012  |  11:04 WIB

Bagi si kecil, mainan bukan sekadar objek untuk bersenang-senang, tetapi mainan juga bisa untuk melatih kecerdasan otaknya. Oleh sebab itu, dalam membelikan mainan si kecil para orang tua harus lebih selektif.Walaupun untuk menyenangkan anak, idealnya mainan juga memiliki sisi edukasi. Hal tersebut dituturkan oleh Muhammad Rizal psikolog anak dan keluarga dari Lembaga Psikolog Terapan Universitas Indonesia (LPTUI).Menurutnya, dalam memilih mainan untuk si kecil, sebaiknya pilihlah mainan yang bernilai edukatif dan kreatif untuk tumbuh kembang si kecil. Memilih mainan tidak harus mahal, yang terpenting dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan otak si kecil menjadi optimal.Rizal begitu ia disapa melanjutkan alasan mengapa orang tua harus jeli dan teliti dalam memilih mainan yang dapat diberikan pada si anak yakni karena untuk proses awal pembelajaran si kecil bisa dimulai dengan memberikan sebuah mainan.Dia menegaskan bahwa usia antara 0-5 tahun disebut golden years period, periode belajar yang optimal dan bisa dicapai dengan memberikan stimulus yang cukup bagi si kecil untuk perkembangan kognisi, sosial, dan emosi si kecil. Jadi jeli dan teliti untuk memilih mainan untuk anak perlu dilakukan oleh orang tua.Dia melanjutkan, jeli untuk memilih mainan bukan hanya sekadar mainan yang menyenangkan saja tetapi alangkah baiknya juga memilih mainan yang menunjang perkembangan otak dan fisik si kecil karena permainan juga dipercaya bisa membantu mengasah otak anak.Oleh sebab itu, menurut Rizal penting bagi para orang tua untuk memilih mainan apa yang akan diberikan untuk si kecil. Beberapa hal yang perlu diketahui orang tua dalam memilih mainan anak yaitu, pertama, haruslah disesuaikan dengan umur si kecil. "Pilihlah mainan dengan keterangan usia yang tercantum, agar dengan mudah menentukan mainan apa yang cocok untuk si kecil," katanya.Kedua, pilihlah mainan yang dapat mendorong perkembangan panca indera si kecil. Pilih mainan dengan tekstur tertentu untuk mendorong perkembangan perasaan kulit si kecil, atau mainan dengan musik tertentu yang mendorong perkembangan pendengaran si kecil.Ketiga, jangan lupakan faktor keselamatan dan kesehatan. Rizal menekankan untuk para orang tua yang hendak memilih dan membelikan mainan bagi si anak pastikan kekuatan sebuah mainan dan jangan pilih bahan yang gampang pecah untuk si kecilPerhatikan juga mainan dengan sudut-sudut yang lembut sehingga tidak mengancam menggores atau melukai si kecil. Jangan memilih mainan dengan lapisan cat/warna yang tidak aman, akan sangat berbahaya jika digigit oleh si kecil dan masuk tertelan kedalam pencernaan si kecil. Sedangkan mainan dengan menggunakan tali-talian pastikan panjang tidak lebih dari 20 cm, menghindari si kecil supaya tidak terjerat.Selaras dengan Rizal, psikolog anak dan keluarga dari Kidsport Pondok Indah Anna Surti Ariani mengatakan pentingnya memilih mainan yang berkualitas dan baik bagi si kecil karena mainan yang baik dan berkualitas dapat memberikan rangsangan (stimulasi) untuknya.Menurut Nina begitu ia disapa beberapa mainan yang baik dan memiliki nilai edukasi bagi si kecil yakni: Pertama, untuk balita, pilihlah mainan dengan warna-warna cerah. Selain dapat merangsang penglihatan anak agar semakin baik, mainan berwarna cerah juga berguna untuk memperkenalkan nama-nama warna kepada si kecil.Kedua, para orang tua dapat memilih mainan yang dapat mengajarkan kesabaran dan konsentrasi. Mainan yang Anda pilih bisa berupa puzzle untuk melatih kemampuannya memecahkan masalah dan keterampilan koordinasi mata-tangan.Kembangkan kreativitasKetiga, pilihlah mainan yang mampu mengembangkan kreativitasnya seperti perangkat seni. Menurut Nina, kreativitas harus dipupuk sejak dini, dan kinilah saatnya."Sediakan medianya agar si anak mampu menyalurkan kretivitas yang dimilikinya. Anda dapat menyediakan kertas konstruksi atau buku bergambar beserta krayon, cat air, yang aman dan tidak beracun agar tidak menghawatirkan ketika si anak sedang asik bermain sekaligus mengembangkan kreativitasnya" katanya.Keempat, pilihlah mainan yang bisa menguji kemampuannya dalam olahraga, seperti raket bulu tangkis, tennis atau pingpong, miniatur bola basket, bola, atau perlengkapan berenang yang dapat membuatnya merasa fun.Kelima, pilihlah mainan yang mampu menambah wawasan dan pengetahuannya seperti buku buku sejarah ataupun buku buku bergambar yang memiliki nilai edukatif lainnya.Menurut Nina, keterampilan berbahasa dan kosa kata si kecil semakin bertambah dengan sempurna karena pengetahuan yang didapatnya dari sebuah buku yang dimilikinya.Terakhir, pilih pula permainan yang mengajarkan anak mengenai nilai dan etika. Setiap permainan memiliki aturan yang harus diikuti anak-anak. Aturan-aturan tadi membuat mereka terbiasa dengan disiplin.Permainan juga memiliki moral terpendam, yaitu mencapai kemenangan dengan metode dan aturan yang sesuai, bukan dengan cara-cara yang curang. Untuk jenis permainan ini seperti Monopoli yang akan mengajarkannya bagaimana mengelola uang serta berbisnis sehingga mereka lebih teliti dan konsentrasi lagi nantinya.Menurut M. Agus Syafii, konsultan keluarga yang juga pendiri Rumah Amalia di Cileduk Tangerang mengatakan bagi anak yang sudah menginjak usia sekolah, perangkat teknologi informasi akan menarik perhatian anak. Namun, orang tua harus bisa mendisiplinkan anak agar tidak ketagihan bermain games.Hal senada juga disebutkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar. Menurutnya anak-anak bisa menjadi lebih pintar dengan main games. Karena hal itu akan mengasah otak anak untuk berpikir dan mencari solusi serta strateginya."Namun, jangan hanya terpaku di depan komputer. Anak juga harus diajak main di lapangan, main bersama dengan anak lain agar muncul rasa kebersamaan dan saling menghargai," ujar Linda. (Rahmayulis Saleh) (redaksi@bisnis.co.id)(tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mardiyah Nugrahani

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top