PENJUALAN DANAREKSA & BAHANA: Opsi pengembangan dijajaki

JAKARTA: Kementerian BUMN sedang menjajaki sejumlah opsi untuk pengembangan bisnis BUMN sekuritas, baik berupa penggabungan usaha (merger), pembentukkan induk usaha atau akuisisi oleh perusahaan lain.Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit
Teguh Purwanto | 16 April 2012 15:48 WIB

JAKARTA: Kementerian BUMN sedang menjajaki sejumlah opsi untuk pengembangan bisnis BUMN sekuritas, baik berupa penggabungan usaha (merger), pembentukkan induk usaha atau akuisisi oleh perusahaan lain.Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto menyebutkan opsi lain yang juga dijajaki adalah tetap berdiri sendiri (stand alone) tetapi dengan penambahan modal dari pemerintah.Dia mengatakan pengkajian itu dilakukan untuk memperkuat modal sekuritas BUMN yang diharapkan berdampak pada peningkatan kinerja usaha.“Sekarang masih kajian awal. Bisa saja demerger, bentuk holding, privatisasi atau akuisisi, atau mungkin tetap stand alone tapi ada tambahan modal dari pemerintah. Intinya bagaimana membesarkan sekuritas BUMN kedepannya,” ujarnya, Jumat, 13 April 2012.Untuk akuisisi, lanjut dia, memang diharapkan bisa dilakukan dengan sesama BUMN. Namun, Parikesit mengatakan saat ini sudah ada swasta yang berminat mengakuisisi sekuritas BUMN.Parikesit menilai dari sisi permodalan untuk saat ini, ada dua sekuritas BUMN yang butuh penguatan modal yakni Bahana Securities dan Danareksa Sekuritas.Adapun dua sekuritas lainnya yakni Mandiri Sekuritas dan BNI Securities masih dapat ditolong oleh induk usahanya, PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.“Peminat sudah ada, dari BUMN dan swasta, baik asing maupun lokal. Mereka sudah datang dan mengajukan proposal. Itu membuktikan bahwa sekuritas BUMN kita kan bagus," klatanya"Tapi kami masih dalam tahap kajian-kajian awal, jadi belum ada keputusan. Kalaupun akuisisi, kami akan pertahankan mayoritas,” jelasnya. (Bsi)

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top