SKANDAL SEKS KERATON: Siap hadapi pengadilan (bagian 2)

SOLO: Ketua Eksekutif Lembaga Hukum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KP Eddy Wirabhumi, mengatakan tidak mungkin petinggi Keraton Solo yang diidentifikasi berinisial H melakukan hal tersebut. Eddy menyatakan siap menghadapi proses hukum kasus
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 April 2012  |  12:38 WIB

SOLO: Ketua Eksekutif Lembaga Hukum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KP Eddy Wirabhumi, mengatakan tidak mungkin petinggi Keraton Solo yang diidentifikasi berinisial H melakukan hal tersebut. Eddy menyatakan siap menghadapi proses hukum kasus itu.

 

Menurut Eddy, sangat tak masuk akal H yang berusia di atas 60 tahun melakukan tindakan asusila dengan anak-anak di bawah umur. ”Kita lihat saja di persidangan. Kita dengarkan saksi korban itu bagaimana,” kata Eddy .

 

Eddy mengaku dimintai konfirmasi oleh sejumlah pihak soal kasus ini. Lantaran tuduhan itu berasal dari pengakuan pelaku penjualan, Eddy mengaku tak kaget. Selama ini, banyak orang yang mencatut nama keluarga Keraton untuk kepentingan kejahatan. ”Saya melihat itu hanya ulah orang tak bertanggung jawab dan penipuan,” terangnya.

 

Eddy menjelaskan selama ini ada tiga orang yang mengaku-aku sebagai H. Jika pelaku penjualan anak-anak itu menyebut H, polisi harus melacak siapa H yang dimaksud itu.

 

Tak hanya itu, dia mengaku namanya pernah dipakai dalam jejaring sosial Facebook lengkap dengan fotonya. Padahal, dirinya merasa tak memiliki akun Facebook seperti yang dipakai orang iseng. ”Itu jelas penipuan. Nah, dalam kasus ini, saya kira sama dengan kasus penipuan yang menimpa saya,” terangnya seraya menyebutkan sejumlah kasus penipuan atas nama keraton.

 

Di sisi lain, jelasnya, fisik H juga sudah menurun. ”Beliau itu sudah lanjut usia. Secara fisik juga tak kuat. Apa ya masuk akal melakukan gituan,” paparnya. Atas alasan itulah, Eddy yakin tuduhan kepada H hanyalah penipuan.

 

Kerabat Keraton, GPH Benowo mengaku sama sekali tak tahu persoalan itu. Dia juga tak mengetahui aktivitas H ketika di luar rumah. “Kalau di luar rumah mungkin jemput anaknya. Biasanya ya sama keluarganya. Di luar itu, saya tak tahu,” ujarnya.

 

Meski demikian, Benowo menegaskan bahwa fisik dan stamina H masih kuat. Hal itu dibuktikan dengan aktivitasnya mendaki ke puncak Gunung Lawu sampai 18 kali. “Terakhir, dia mendaki ke puncak Lawu, Desember tahun lalu. Fisik dan staminanya memang masih kuat. Saya saja kalah dengannya,” paparnya.

 

Kesaksian ini sedikit bertolak belakang dengan penjelasan Eddy Wirabhumi yang mengatakan fisik H sudah tak kuat karena lanjut usia. “Kalau persoalan apakah dia kerap ke hotel terus dengan perempuan, saya tak tahu,” kata Benowo.

 

Terkait kemungkinan itu sebuah jebakan, Benowo hanya menduganya. “Ya, bisa saja itu jebakan,” pungkasnya.(api)

 

>> BERITA LAINNYA:

* Bursa EROPA membaik

* SKANDAL SEKS Keraton SOLO

* Berita BISNIS INDONESIA hari ini

* PM Inggris DAVID Cameron tekankan pentingnya demokratisasi

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top