BANJIR BANDANG 2 meter landa Subang dan Ngawi

 
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 06 April 2012  |  09:46 WIB

 

JAKARTA: Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan telah terjadi banjir di Kabupaten Subang, Jawa Barat dan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sedangkan di Cilacap Jawa Barat diterjang angin puting beliung. 
 
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mengatakan banjir di Subang terjadi di Rancabango Pagaden pada Rabu pukul  22.00 WIB. 
 
Ketinggian banjir mencapai 2 meter dan menyebabkan kerugian mencapai Rp1,5 miliar. 
 
"Tidak ada korban jiwa. Kerusakan meliputi 27 rumah rusak berat, 1 masjid rusak berat, dan 40 rumah terendam," katanya dalam keterangan resmi pagi ini, 6 April 2012. 
 
BPBD Provinsi Jawa Barat telah berkoordinasi dengan pemda Subang untuk melakukan penanganan darurat. Saat ini banjir telah surut. Informasi detil bisa menghubungi Sigit, Kalaksa BPBD Jabar di nomor 081321200140. 
 
Sementara itu, sambungnya, Banjir di Ngawi Jawa Timur terjadi di Kepadengan dan Geneng pada Kamis pukul 04.00 Wib. 
 
Banjir menggenangi sembilan desa dan merendam 1.186 hektar sawah. 
 
"Tidak ada korban jiwa. Sebanyak 869 rumah tergenang banjir. Enam sekolah, delapan masjid, dan 19 mushola terendam banjir," jelas Sutopo.   
 
Bupati Ngawi, BPBD Ngawi dan dinas lain telah berada di lokasi memberikan bantuan dan penanganan.
 
"Banjir telah surut. Kontak Eko Heru BPBD Ngawi 08123447475," ujarnya. 
 
Adapun bencana angin puting beliung di Cilacap melanda Adipala pada Kamis pukul 15.00 WIB. 
 
"Kerugian rumah roboh 4 unit di desa Penggalang 2,  Doplang 1, Kalikudi 1, rumah rusak berat 2 unit di Adipala; rumah rusak ringan 72 unit di Penggalang 31 unit,  Adipala 41 unit," tutur Sutopo. 
 
Kendati demikian, lanjutnya, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. "Kepada korban rumah roboh atau rusak berat akan dberikan bantuan berupa BBR [bahan bangunan rumah] dan permakanan," tambahnya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top