Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apindo Kepri sodorkan skema UMK baru

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 November 2011  |  19:18 WIB

 

BATAM: Apindo Kepulauan Riau (Kepri) mengusulkan skema baru pembahasan UMK Batam mendatang dengan menyesuaikan usulan upah minimum setiap tahunnya berdasarkan tingkat inflasi Kota Batam.
 
Ketua Apindo Kepri Cahya mengatakan skema baru ini untuk menghindari pembahasan UMK yang berlarut-larut setiap tahunnya. Ia mencontohkan dengan berdasarkan tingkat inflasi nantinya pengusaha dan Serikat Pekerja akan mengusulkan batas minimum upah dan maksimumnya.
 
"Jika inflasi 2 persen, pekerja bisa usulkan batas minimum mereka kenaikannya 5% dan maksimumnya 8%, pengusaha juga begitu," kata Cahya.
 
Namun sebenarnya UMK Batam sudah berada pada diatas inflasi. Berdasarkan data BPS Kepri, laju inflasi ‘year on year’ di Kota Batam (Oktober 2011 dibandingkan dengan Oktober 2010) di Kota Batam sebesar 4,63%. Angka  UMK 2012 Batam berarti sudah berada diatas kenaikan UMK KOta Batam sebesar 11%.
 
Cahya, mengklaim pembahasan skema baru ini telah dibicarakan dengan pihak bekerja dengan harapan komunikasi pembahasan UMK tahun depan dapat berjalan lancar.
 
"Kita coba cari skema baru bagaimana tahun depan kita tidak ada pembahasan  yang terlalu lama, tahun depan saya harap semua pihak bisa cooling down tentu dengan pola-pola yang bisa diterima," kata Cahya.
 
Pembahasan UMK KOta Batam tahun ini tidak menemui kesepakatan setelah delapan kali pembahasan sejak Oktober. Bahkan pembahasan ini berakhir ricuh setelah aksi unjuk rasa 30.000 buruh Kamis lalu.
 
Apindo sendiri mengaku tidak menduga pembahasan tahun ini berakhir kerusuhan dan mengganggu investasi di Batam padahal menurut Cahya selama ini komunikasi tetap berjalan meski belum menemui kesepakatan seperti tahun lalu.
 
Cahya mengungkapkan tidak ada kesepakatan pembahasan UMK tahun ini dipicu satu poin terakhir yang disertakan dalam pembahasan UMK tahun lalu, Poin terakhir tersebut menyatakan ketiga pihak sama-sama berupaya UMK sama dengan KHL.
 
"Kita sama sekali tidak menduga bakal terjadi kerusuhan. Satu poin itu yang memicu pembahasan kali ini, kita semua sudah berupaya untuk menyamakan KHL dengan UMK," ungkap Cahya. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Chandra Gunawan

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top