Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

L'oreal bantu fasilitas laboratorium sains 10 SMA

JAKARTA: PT L’Oreal Indonesia sisihkan dana CSR sebesar Rp700 juta setiap tahun, untuk membantu fasilitas laboratorim sains 10 SMA dari 8daerah di seluruh Indonesia.Program bantuan yang diberi nama L’Oreal Science Discovery Lab tersebut,
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 29 November 2011  |  13:50 WIB

JAKARTA: PT L’Oreal Indonesia sisihkan dana CSR sebesar Rp700 juta setiap tahun, untuk membantu fasilitas laboratorim sains 10 SMA dari 8daerah di seluruh Indonesia.Program bantuan yang diberi nama L’Oreal Science Discovery Lab tersebut, kali ini merupakan tahun yang ketiga. Setiap sekolah yangdipilih mendapatkan bantuan sebesar Rp70 juta.Jean-Christophe Letellier, Presiden Direktur PT L’Oreal Indonesia, mengatakan kesepuluh SMA tersebut dinilai layak menerima bantuan, berdasarkan kriteria masih minimnya kelengkapan proses belajar mengjar ilmu sains yang ada, serta memiliki komitmen dan potensi akademik di bidang sains.“Kami bangga mengetahui 20 sekolah penerima bantuan yang sebelumnya, mengalami perubahan besar dalam bidang pendidikan sains. Terjadi peningkatan prestasi akademik, juga meraih prestasi di berbagai kompetisi sains,” ujarnya hari ini di sela-sela penyerahan bantuan kepada 10 sekolah di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta.Dia menuturkan L’Oreal sebagai perusahaan yang berakar kuat pada sains, dan peduli terhadap regenerasi sains bangsa Indonesia, yakin bahwa program tersebut dapat membantu menumbuhkan minat pelajar terhadap sains sejak dini.Hingga hari ini, katanya, sudah 30 sekolah yang dibantu. Bantuan tersebut akan terus digulirkan sampai beberapa tahun ke depan. Pelaksanaan program tersebut bermitra dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Radani Tunas Bangsa—sebuah organisasi kependidikan di Indonesia.Sementara itu Arief Rachman, Ketua Harian Komisi Nasional untuk UNESCO Kemendikbud, mengatakan proyek kemitraan tersebut telah memberikan kontribusi besar bagi generasi sains di Indonesia.“Hasil monitoring yang dilakukan pada 20 sekolah penerima bantuan sejak 2009, memperlihatkan 99% siswa sekarang tertarik untuk mempelajari sains, dan 72% guru bisa melakukan praktikum 1-2 kali per bulan. Rata-rata nilai akademik para siswa kelas 10, 11, dan 12 di setiap sekolah meningkat hamper 65%, setelah mereka menerima bantuan fasilitas lab ini,” ungkap Arief. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top