Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Muhaimin dianggap jegal PKBN

JAKARTA: Juru bicara Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara (PKBN) Imron Rosyadi Hamid mengungkapkan adanya upaya penjegalan terhadap partainya oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.Imron menilai upaya Muhaimin itu merupakan bentuk
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 29 November 2011  |  20:05 WIB

JAKARTA: Juru bicara Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara (PKBN) Imron Rosyadi Hamid mengungkapkan adanya upaya penjegalan terhadap partainya oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.Imron menilai upaya Muhaimin itu merupakan bentuk pemberangusan hak politik. Saat ini PKBN yang dipimpin Yenni Wahid masih dalam proses verifikasi di Kemenkum dan HAM bersama partai lainnya.Menurut Imron, pihaknya mendapatkan kopi surat No. 8927/DPP-03/V/B.1/VIII/2011 perihal penyampaian keberatan akan keberadaan PKBN oleh DPP PKB yang ditandatangani Muhaimin Iskandar dan Imam Nahrawi kepada Kemenkum dan HAM."Dalam surat itu disebutkan DPP PKB keberatan atas keberadaan PKBN karena dianggap memiliki kemiripan nama dan lambang dengan PKB," ujar Imron hari iniKarena keberatan itu, ujarnya, PKB meminta Kemenkum tidak mengesahkan PKBN menjadi partai yang berbadan hukum. Keberatan itu tidak obyektif ditinjau dari segi manapun selain merupakan upaya untuk menjegal PKBN."PKB singkatan dari Partai Kebangkitan Bangsa, sedangkan PKBN merupakan singkatan dari Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara. Kesamaan nama kami hanyalah pada kata Partai dan Bangsa, yang tentunya tidak bisa diklaim sebagai milik PKB," ujarnya.Imron menjelaskan banyak partai lain yang menggunakan kata partai dan bangsa, seperti Partai Matahari Bangsa dan Partai Karya Peduli Bangsa.  Lambang PKBN terlihat tidak mempunyai kesamaan dengan PKB."Warna dasar yang kami gunakan adalah warna hijau dan kuning, sedangkan PKB menggunakan warna hijau dan putih," katanya. (tw)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top