Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Skema PUMP Jamsostek direspons positif

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 November 2011  |  17:15 WIB

 

MALANG: Skema  baru program pinjaman uang muka perumahan (PUMP) PT Jamsostek yang tidak membatasi gaji pemohon anggota diprediksikan dapat meningkatkan penjualan rumah di Malang hingga 15% bila dibandingkan sebelumnya.
 
Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Komisariat Malang Heri Mursid Broto Sejati mengatakan dengan skema baru PUM PT Jamsostek tersebut maka anggota Jamsostek yang berpendapatan Rp4,5 juta ke atas tetap dapat memperoleh fasilitas tersebut.
 
"Dengan adanya skema baru tersebut, maka anggota Jamsostek berpeluang untuk membeli rumah menengah-atas dengan fasilitas PUMP. Kalau mengacu skema lama, maka PUMP hanya cukup untuk pembelian rumah sederhana tapak (RST) dan apartemen," katanya hari ini.
 
PUMP menguntungkan bagi buruh karena bunganya relatif rendah, hanya 6% per tahun. Bank pelaksananya, Bank BTN, dan Bank Bukopin.
 
Nilai PUMP, kata dia, nantinya ditetapkan oleh bank. Bank menghitung nilai PUMP yang berpeluang dikucurkan pemohon dengan memperhatikan tingkat kemampuan mengangsur pinjaman tersebut serta kredit pemilikan rumah.
 
"Nilai PUMP dihitung dari 1/3 gaji yang termasuk juga nilai angsuran KPR selama masa tenor. Program tersebut diluncurkan akhir Oktober lalu," lanjut Heri.
 
Program tersebut, kata dia, selain menguntungkan anggota Jamsostek juga  menguntungkan pengembang di Malang. Pengembang yang menyediakan rumah menengah dan mewah bisa menyasar konsumen anggota PT Jamsostek.
 
Di Malang, pengembang justru lebih banyak yang bermain dengan menyediakan rumah menengah-atas, daripada menyediakan RST. Saat ini, pengembang yang aktif di daerah tersebut sebanyak 30 pengembang dengan 70 proyek.
 
Dari jumlah itu, pengembang yang aktif dalam penyediaan RST sebanyak delapan pengembang di 15 lokasi. 
 
Menurut dia, banyaknya pengembang yang aktif alam menyediakan rumah menengah-mewah, karena harga tanah di daerah sudah mahal. Karena itulah, jika mereka memaksakan menyediakan RST,  karena sulit mematok harga rumah yang rendah. (sut)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Choirul Anam

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top