Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertambangan kecil dituntut miliki kelengkapan dokumen

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 November 2011  |  19:22 WIB

 

BALIKPAPAN: Perusahaan pertambangan skala kecil dituntut memperhatikan kelengkapan dokumen pendukung sebelum mengajukan kredit kepada perbankan terkait dengan usaha pertambangan batubara.
 
Rahmat Soemadipradja, Pembicara dalam Seminar bertajuk The 1st Balikpapan Mining Conference and Expo, mengatakan kebanyak perusahaan tambang hanya mengandalkan izin usaha pertambangan (IUP) yang dipegang. 
 
"Pihak bank ataupun kreditur lain menginginkan dokumen persyaratan yang lain seperti Amdal, rencana produksi dan lainnya," tuturnya hari ini.
 
Dia mengatakan karena dokumen yang belum lengkap tersebut, perusahaan pertambangan sering gagal memperoleh pinjaman dari para kreditur. Akibatnya proses penambangan tidak bisa berjalan optimal sesuai dengan target yang telah ditentukan.
 
Rahmat mengatakan perilaku ini utamanya banyak terjadi pada perusahaan pertambangan skala kecil yang belum memiliki pengalaman dalam melakukan proses pertambangan. Untuk itu, dia mengatakan agar para pelaku usaha tersebut bisa melengkapi dokumen yang sudah dipersyaratkan oleh kreditur.
 
Presiden Direktur PT Dewata Paulus Warsono Broto mengatakan dalam proses mencari modal usaha dari para kreditur, perlu dierhatikan beberapa aspek penting. 
 
"Bisa dilihat apakah kreditur tersebut memiliki neraca keuangan yang bagus serta berada di dalam negeri atau di luar negeri. Ini karena akan berdampak bagi pengembalian pinjaman itu sendiri," tuturnya. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rachmad Subiyanto

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top