Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Minyak lagi-lagi tergelincir

SYDNEY: Harga minyak mentah turun karena investor berspekulasi bahwa permintaan bahan bakar akan goyah sejalan pertumbuhan ekonomi Eropa yang melambat.Harga minyak mentah untuk pengiriman Januari berada pada US$96,83 per barel, turun 9 sen, di perdagangan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 November 2011  |  08:51 WIB

SYDNEY: Harga minyak mentah turun karena investor berspekulasi bahwa permintaan bahan bakar akan goyah sejalan pertumbuhan ekonomi Eropa yang melambat.Harga minyak mentah untuk pengiriman Januari berada pada US$96,83 per barel, turun 9 sen, di perdagangan elektronik di New York Mercantile pukul11:52 waktu Sydney.Kemarin harga kontrak tergelincir 75 sen atau 0,8% ke US$96,92, terendah sejak penyelesaian 9 November. Harga naik 19% dalam tahun ini.Minyak Brent untuk pengiriman Januari turun 68 sen atau 0,6% menjadi US$106,88 per barel di ICE Futures Europe yang berbasis di London.Stok MinyakSebuah laporan Departemen Energi AS besok, menurut survei Bloomberg, diperkirakan menunjukkan pasokan minyak dan bahan bakar meningkat selama pekan lalu.Sementara itu, hari ini American Petroleum Institute akan merilis laporan persediaan minyak. API mengumpulkan informasi persediaan atas dasar sukarela dari operator kilang, terminal curah dan pipeline.David Lennox, analis Fat Prophets di Sydney mengatakan konsumsi di AS masih sangat datar. Sebelumnya dia memperkirakan harga minyak diperdagangkan dari US$85 sampai US$95 per barrel.Lennox menyebutkan setiap dampak perlambatan ekonomi Eropa berpengaruh pada permintaan minyak mentah.Berikut ini adalah pilihan berita penting lainnya yang mempengaruhi pasar minyak.ü  Minyak diperdagangkan mendekati harga terendah dalam lebih dari seminggu di New York karena investor berspekulasi bahwa permintaan bahan bakar mungkin goyah saat pertumbuhan ekonomi Eropa melambat dan persediaan minyak meningkat di ASü  Indeks Komoditas tenggelam pada hari ketiga sejalan spekulasi bahwa anggota parlemen AS tidak akan menyetujui rencana untuk mengurangi defisit dan di tengah kekhawatiran krisis utang Eropa akan mengirim kawasan itu ke dalam resesi.ü  Menurut data dari ICE Futures Europe manajer investasi dan manajer uang lainnya memotong posisi beli bersih untuk minyak mentah Brent hingga 647 kontrak atau 1% dalam pekan yang berakhir 15 November.ü  CEO Arab Saudi Oil Co Khalid Al-Falih mengatakan ekonomi dunia berada pada risiko resesi double-dip.  Double-dip recession atau resesi ganda mengacu pada resesi yang diikuti oleh pemulihan singkat, kemudian diikuti oleh resesi lain.ü  Gubernur Iran untuk OPEC mengatakan pasar minyak global "dalam keseimbangan." Pernyataan itu jadi sinyal pandangan Iran soal harga minyak mentah mulai sejalan dengan Arab Saudi sebelum pertemuan OPEC di Wina bulan depan.ü  Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional Maria van der Hoeven mengatakan OPEC, yang memompa 40% minyak mentah dunia, saat ini menyediakan pasokan yang cukup untuk pasar global.ü  Utusan kerajaan soal iklim meminta Arab Saudi dan mitranya di OPEC untuk menanggung lebih banyak banyak beban pemotongan emisi gas rumah kaca karena ketergantungan ekonomi mereka pada ekspor minyak dan gas. (Taufikul Basari)(api)  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top