Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KABAR JABAR: Penjualan teh naik

Rangkuman berita ekonomi yang terbit hari ini di sejumlah koran lokal di Bandung menyoroti penjualan perkebunan teh swasta di Jabar yang terus naik, BNI akan fokus menggarap sector UMKM, dan okupansi hotel di Jabar turun akibat hujan. Berikut rangkumannya:
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 November 2011  |  09:29 WIB

Rangkuman berita ekonomi yang terbit hari ini di sejumlah koran lokal di Bandung menyoroti penjualan perkebunan teh swasta di Jabar yang terus naik, BNI akan fokus menggarap sector UMKM, dan okupansi hotel di Jabar turun akibat hujan. Berikut rangkumannya:

 

Penjualan teh naik

Penjualan unit-unit perkebunan teh swasta di Jawa Barat mengalami peningkatan sejak setahun terakhir.Para pengelola nyaris tak kuat lagi menahan beban kerugian usaha, akibat meningginya biaya produksi dibandingkan dengan nilai penjualan.

Sekretaris Eksekutif Asosiasi Teh Indonesia (ATI) Atik Dharmadi di Bandung, Kamis (17/11), menjelaskan, jika kondisi tersebut tidak dapat teratasi, dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk bagi masa depan usaha tanaman teh di Indonesia.

Ironisnya, fenomena ini justru terjadi di Jabar sebagai produsen utama teh nasional, di mana situasi 2011 dirasakan terberat.

Dia menyebutkan, dari sejumlah pengelola perkebunan teh swasta yang berbincang-bincang dengan pengurus ATI dan Dewan Teh Indonesia (DTI), banyak yang mengatakan sedang menawarkan kebun-kebun mereka.

Ini utamanya terjadi pada unit-unit perkebunan yang seluruh arealnya mengusahakan tanaman teh, tanpa ada selingan usaha lain karena berat pada investasi awal. (Pikiran Rakyat)

 

BNI fokus ke UKM

PT Bank Negara Indonesia (BNI) akan lebih fokus menggarap sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan memperbesar porsi penyaluran kredit.

CEO Regional Bandung PT BNI Dhias Widhiyati menilai sektor UMKM kokoh dan resisten terhadap gejolak ekonomi global, sebab pasar UMKM lebih fokus pada segmen tertentu. Hal itu juga yang membuat daya beli konsumen UMKM resisten terhadap krisis global. Keberpihakan BNI terhadap kredit UMKM dibuktikan dengan penyaluran kredit BNI selama periode Januari-September 2011.

BNI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp6,1 triliun. Dari jumlah tersebut, penyaluran kredit pada sektor UMKM mencapai Rp3,1 triliun atau menguasai 50,9% dari total penyaluran kredit BNI selama 10 bulan terakhir.

Sementara porsi penyaluran kredit untuk usaha menengah, nilainya mencapai Rp1,86 triliun atau menguasai sekitar 30,6% dari total kredit BNI. ”Porsinya berpeluang akan terus ditambah pada 2012,” kata Dhias.

Menurut dia, besaran penyaluran kredit UMKM naik sekitar 18,7% dari tahun 2010 dengan nilai sebesar Rp2,62 triliun. Meski demikian, dia tidak menampik dari total penyaluran kredit BNI,kredit konsumtif masih cukup besar dibanding kredit produktif. (Sindo Jabar)

 

Okupansi hotel turun

Seiring tibanya musim hujan, kalangan pebisnis hotel dan restoran mulai khawatir akan menurunnya jumlah tamu.

Ketua  DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar, Herman Muchtar, mengatakan, guyuran hujan yang cukup deras dalam beberapa hari terakhir, memang berdampak pada tingkat kunjungan dan hunian (okupansi).

“Okupansi dapat turun. Itu terjadi pada semua hotel di Jabar, utamanya, yang memiliki program melayani wisatawan, baik domestic, maupun mancanegara,” katanya.

Padahal, lanjut Herman, biasanya, selama November-Desember tingkat okupansi tergolong positif. Ia membandingkan tingkat okupansi pada bulan yang sama  2010.

Pada periode itu, tingkat okupansi rata-rata 75%. “Tahun ini, merosot. Okupansinya tidak melebihi 75%,” katanya. (Tribun Jabar) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ajijah

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top