Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Marzuki bantah temui Nazaruddin

JAKARTA: Ketua DPR Marzuki Alie membantah kabar pertemuan dirinya dengan tersangka dugaan suap pembangunan Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin dan menganggap informasi tersebut menyesatkan.Menurut Marzuki, dirinya tidak pernah bertemu mantan bendahara umum
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 28 September 2011  |  16:04 WIB

JAKARTA: Ketua DPR Marzuki Alie membantah kabar pertemuan dirinya dengan tersangka dugaan suap pembangunan Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin dan menganggap informasi tersebut menyesatkan.Menurut Marzuki, dirinya tidak pernah bertemu mantan bendahara umum DPP Partai Demokrat itu sejak Nazaruddin berangkat ke luar negeri.Marzuki mengatakan karena Nazaruddin itu dalam pantauan aparat keamanan tentu sangat mudah mencari siapa saja yang bertemu dengan dirinya."Ruang Nazar itu infonya dipasang CCTV yang dipantau KPK, tanya saja apakah saya pernah terlihat di CCTV itu," ujar Marzuki dalam pesan singkatnya kepada wartawan hari ini.Lebih jauh Marzuki menambahkan apa yang dituduhkannya tersebut merupakan bagian dari politik sesat dengan menyebarkan fitnah untuk tujuan tertentu.Marzuki merupakan orang terakhir yang ditemui Nazaruddin sebelum melarikan diri ke Singapura pada Mei lalu. Nazaruddin kemudian ditangkap interpol sebagai tersangka kasus korupsi pada Agustus lalu. Sebelumnya, SMS beredar di kalangan wartawan yang membocorkan pertemuan tersebut. Marzuki dikabarkan diam-diam menemui tersangka kasus korupsi Nazaruddin di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok beberapa minggu lalu. Dalam SMS itu, disebutkan Marzuki bertemu Nazaruddin pada 6 September antara pukul 20.00-22.00.Terkait dengan bunyi SMS, Marzuki mengatakan bahwa bahwa politik saat ini sudah sangat sesat di mana fitnah dikembangkan. "Seperti tidak ada kerja yang lain yang lebih bermanfaat. Bangsa yang diisi dengan fitnah, maka bangsa itu menuju kehancuran, siapapun yang ikut menyebarkan fitnah termasuk yang diminta tangung jawab nantinya," ujar Marzuki. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top