Pramono Anung: Intelejen kecolongan

JAKARTA: Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai aparat keamanan dan intelejen kecolongan dalam kasus serangan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Kepunton Solo kemarin."Mereka gagal mendeteksi dan mencegah aksi bom bunuh diri tersebut,” ujar
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 26 September 2011  |  11:10 WIB

JAKARTA: Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai aparat keamanan dan intelejen kecolongan dalam kasus serangan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Kepunton Solo kemarin."Mereka gagal mendeteksi dan mencegah aksi bom bunuh diri tersebut,” ujar Pramono hari ini di Gedung Parlemen.Terkait dengan kejadian itu dia mendesak pemerintah dan aparat keamanan segera mengungkap pelaku serangan bom bunuh diri yang mengakibatkan pelaku tewas dan 14 orang lainnya mengalami luka.Menurut dia, peristiwa tersebut lagi-lagi mempertontonkan kelemahan aparat keamanan dan intelejen karena kejadian yang sama sudah berulang kali."Yang paling penting Kepolisian RI dan BIN melakukan tindakan preventif. Untuk hal ini mereka sangat lemah. Sebab kejadian ini berulangkali. Baru setelah kejadian kita bisa menganalisis,” ujar Pramono.Pramono mengingatkan negara tidak boleh alpa atas kondisi keamanan dan keselamatan warga negaranya dan mesti memberikan perlindungan hukum secara maksimal."Negara berkewajiban memberikan perlindungan kepada siapapun termasuk terhadap kelompok masyarakat yang bukan mayoritas,” ujar politisi PDIP ini.Menurut Pramono, aksi bom bunuh diri yang terjadi di gereja tersebut merupakan indikasi upaya dari kelompok tertentu untuk membangun kondisi keruh di dalam negeri saat ini, termasuk memprovokasi kelompok agama tertentu.“Ada upaya memperkeruh suasana ketika ledakan ditujukan kepada gereja. Karenanya saya berharap kaum Kristiani pun tidak usah bereaksi kemudian melakukan tuntutan balas,” ujarnya. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top