KABAR JABAR: Krisis global, pengusaha Jabar cemas

BANDUNG: Rangkuman berita ekonomi-bisnis media massa cetak harian yang beredar di Bandung hari ini, antara lain krisis ekonomi global yang melanda Eropa dan Amerika Serikat dikhawatirkan berdampak pada ekonomi Jawa Barat dan Pemprov Jabar siap gunakan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 September 2011  |  07:55 WIB

BANDUNG: Rangkuman berita ekonomi-bisnis media massa cetak harian yang beredar di Bandung hari ini, antara lain krisis ekonomi global yang melanda Eropa dan Amerika Serikat dikhawatirkan berdampak pada ekonomi Jawa Barat dan Pemprov Jabar siap gunakan hasil riset perguruan tinggi. Berikut rangkuman lengkapnya:KRISIS GLOBAL: Krisis ekonomi global yang melanda Eropa dan Amerika Serikat, membuat para pengusaha di Jawa Barat cemas. Mereka khawatir krisis global tersebut berdampak pada nilai kontrak ekspor tekstil produk tekstil (TPT) tahun depan.Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Barat Kevin Hartanto mengatakan selama ini produk TPT sangat mengandalkan ekspor ke sejumlah negara maju.Dalam hal ini, Amerika dan Eropa adalah pasar terbesar ekspor TPT Indonesia sehingga bila kedua kawasan tersebut terkena krisis ekonomi, dikhawatirkan akan berdampak pada nilai kontrak ekspor TPT dari Indonesia. (Galamedia)RISET KAMPUS: Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap menggunakan hasil riset atau penelitian yang dilakukan perguruan tinggi (PT) untuk diaplikasikan dalam pembangunan di Jabar.Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan hasil riset itu akan dipermudah penggunaanya tanpa harus melalui tender atau menghilangkan persaingan dengan produk lainnya.Bahkan, hasil riset para dosen atau mahasiswa dari perguruan tinggi bisa saja dibeli untuk disinkronkan dengan aplikasi pembangunan di Jabar.“Ini jadi keberpihakan ideologi yang kita lakukan, kalau harus melalui tender dan bersaing dengan produk yang ada mungkin akan sulit bersaing, apalagi dengan asing,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan usai menyampaikan kuliah umum “Mewujudkan Jawa Barat sebagai Provinsi Terdepan dan Termaju di Indonesia Bersama Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha”di Gedung Aula Barat ITB Jalan Ganeca Kota Bandung, kemarin. (Seputar Indonesia Jabar)PELANGGAN BLACKBERRY: Indosat Regional Jabar menargetkan penambahan 5.500 pelanggan baru Blackberry hingga akhir tahun. Angka tersebut 11% dari target pertumbuhan pelanggan Blackberry Indosat secara nasional.“Target ini salah satunya dialokasikan untk dapat dipenuhi dari Blackberry Dakota,” ujar Manager Marketing Value Added Service (VAS) and Community Indosat Jawa Barat Rahmawati di sela-sela Bursa Gadget Indosat di Bandung Indah Plaza, Jln Merdeka, Kota Bandung.Saat ini jumlah pelanggan Blackberry Indosat Jabar mencapai 120.000 orang, Jabar memberikan kontribusi 11% jumlah pelanggan Blackberry Indosat secara nasional. (Pikiran Rakyat).(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Herdiyan

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top