Bank Dunia: Kesetaraan gender di RI tumbuh signifikan

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 September 2011  |  14:53 WIB

 

JAKARTA: Bank Dunia menilai kesetaraan gender di Indonesia mengalami peningkatan, dampaknya diharapkan produktivitas sumber daya manusia Indonesia menjadi lebih tinggi dan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
Demikian pesan utama Bank Dunia dalam Laporan Pembangunan Dunia 2012 bidang kesetaraan gender yang dipaparkan dalam pertemuan di kantor Bank Dunia perwakilan Indonesia hari ini.
 
Kesetaran gender menjadi isu yang strategis bagi Bank Dunia karena merupakan suatu tujuan pembangunan dan prinsip ekonomi yang dianggap cerdik. Pasalnya, kesetaraan gender akan berpengaruh pada peningkatan produktivitas, pemerataan hasil pembangunan dan perwakilan perempuan di berbagai lembaga dan sektor strategis.
 
Ana Revenga, Co-Direktur Laporan Pembangunan Dunia dari Bank Dunia mengenai kesetaraan gender dan pembangunan menuturkan kebijakan pembangunan ekonomi yang baik harus mendorong kesetaran gender. 
 
"Harus ada kebijakan pembangunan ekonomi yang baik, yang mengarahkan perempuan pada akses terhadap pekerjaan, pasar dan wirausaha. Hal ini dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik," ujar Ana dalam konferensi video dari kantor pusat Bank Dunia di Washington DC.
 
Yulia Immajati spesialis gender Bank Dunia di Indonesia mengungkapkan perempuan Indonesia harus lebih diberdayakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. 
 
"Partisipasi tenaga kerja perempuan di Indonesia itu sekitar 50%, jadi masih ada potensi 50% lagi yang bisa didorong untuk melakukan aktivitas ekonomi. optimalisasi ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi," papar Imma.
 
Belajar dari krisis 1998-1999, tambah Imma, perekonomian Indonesia disokong oleh kinerja perempuan di bidang wirausaha dan sektor informal. "Saat kondisi krisis, pemerintah jangan hanya memberikan stimulus dan kebijakan untuk sektor makro, tapi juga sektor mikro, khususnya dunia wirausaha yang digiatkan perempuan karena ini cenderung lebih tahan banting," ujarnya.
 
Imma juga menegaskan pentingnya dorongan pemerintah untuk mendukung women enterpreneurship development. "Membekali mereka [perempuan] dengan manajemen usaha kecil, akses kredit formal itu penting dilakukan. Ini saat yang tepat karena kondisi ekonomi kita masih relatif stabil," kata Imma. 
 
Dia meyakini hal ini dapat menciptakan kekuatan-kekuatan ekonomi baru di antara perempuan agar perekonomi tidak terlalu terpuruk di masa krisis.
 
Dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Presiden Grup Bank Dunia Robert B. Zoellick  mengungkapkan, “Selama lebih dari lima tahun terakhir, Grup Bank Dunia telah menyediakan US$ 65 miliar untuk mendukung kesetaraan gender, melalui peningkatan pendidikan dan kesehatan serta akses perempuan terhadap kredit, pekerjaan, dan infrastruktur.”
 
Menurut Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Stefan Koeberle, kesetaraan gender di Indonesia telah meningkat secara signifikan selama lebih dari dua dekade terakhir. “Lebih banyak perempuan juga menjadi lebih sadar akan hak-hak hukum mereka kepada bantuan-bantuan inovatif kredit mikro,” ujar Koeberle.
 
Koeberle menambahkan beberapa area yang masih perlu ditingkatkan pemerintah dan lembaga internasional, antara lain partisipasi perempuan sebagai tenaga kerja, representasi politik, akses ke institusi keuangan formal, akses pendidikan dan kesehatan, serta menurunkan angka kematian anak dan ibu. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ana Noviani

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top