Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Jepang akan patok bunga 0%-0,1%

TOKYO: Bank Sentral Jepang segera menerapkan standar suku bunga yang berada dalam kisaran 0%-0,1%, dan mejnaga agar kredit program tetap pada kisaran US$355 miliar setara dengan 30 triliun Yen, dan dana pembelian aset sebesar 10 triliun Yen.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 April 2011  |  10:00 WIB

TOKYO: Bank Sentral Jepang segera menerapkan standar suku bunga yang berada dalam kisaran 0%-0,1%, dan mejnaga agar kredit program tetap pada kisaran US$355 miliar setara dengan 30 triliun Yen, dan dana pembelian aset sebesar 10 triliun Yen.

Kebijakan tersebut diambil oleh Bank Sentral Jepang dan akan segera diberlakukan dalam waktu dekat. Secara terpisah dilaporkan, perekonomian Jepang masih belum pulih setelah sebulan lalu terkena dampak bencana alam gempa dan tsunami.

Hal ini ditampakkan dari produk pabrikan yang masih dibawah kuota, jauh lebih rendah sejak okupasi Amerika Serikat berakhir, dan melesetnya prediksi pertumbuhan dari Bank Sentral.Pemerintah Jepang secara resmi mengumumkan bahwa produk pabrikan tercatat turun 15,3% sejak Februari. Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak 1953, dan diikuti dengan menurunnya angka pembelanjaan di sektor rumah tangga sebesar 8,5% sejak awal tahun lalu.

Berdasarkan laporan tersebut maka Bank Sentral kemudian mengambil kebijakan memangkas estimasi pertumbuhan pada Maret 2012 sebesar 0,6% lebih rendah dari prediksi Januari sebesar 1,6%.Keadaan yang semakin memburuk ini memaksa Perdana Menteri Jepang Naoto Kan untuk menjaga stabilisasi tingkat utang pemerintah setelah lembaga pemeringkat Standard & Poor belum lama ini menurunkan level rating negara Sakura ini. Deputi Gubernur Kiyohiko Nishimura dalam proposalnya menyatakan akan memperluas asset pembelian BOJ yang sebelumnya telah ditolak oleh para pengambil kebijakan yang justru menginginkan kebijakan ekonomi yang diambil tidak berubah. Kepala ekonom Bank of America-Merrill Lynch Masayuki Kichikawa menyatakan kondisi di produksi dan ekspor Jepang saat ini akan melemahkan nilai beli konsumen. Dimungkinkan akan dibutuhkan lebih banyak lagi stimulus.

Bank Sentral akan mempertimbangkan untuk memberikan stimulus pada pertengahan tahun, setelah kita melihat dengan jelas dari sisi permintaan saat ini sangat menurun drastic, katanya. Sejumlah perusahaan Jepang seperti Nippon Airways Co., Panasonic Corp., dan Mazda Motor Corp., pada hari ini mengumumkan untuk menunda pengumuman prediksi laba perusahaan. Sejumlah perusahaan ini menyatakan masih membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk meneliti kerusakan aset akibat gempa sebulan lalu.Sementara itu, Bank Sental Jepang telah menaikkan prediksi inflasi untuk tahun fiscal 2011 sebesar 0,7% dari estimasi awal sebesar 0,3%. Pertumbuhan akan diakselerasikan menjadi 2,9% pada tahun depan, sementara harga di tingkat konsumen akan diperluas dengan jumlah proyek yang sama dengan tahun ini. Saya percaya bahwa rantai pasokan akan segera pulih lebih cepat dari yang kami perkirakan, meskipun pada saat ini jumlah output masih sangat mengecewakan, ujar Menteri Kebijakan Fiskal dan Ekonomi Jepang Kaoru Yosano. Menurut dia, masih terlalu cepat untuk menambah kebijakan stimulus perekonomian, sementara saat ini negara sedang dalam tahap pengamatan lebih detail. (dle/bsi)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top